Setiap tanggal dalam kalender sering kali menyimpan cerita dan peringatan penting yang dirayakan secara nasional maupun global. Begitu pula dengan tanggal 3 Juni. Jika Anda bertanya-tanya, "tanggal 3 Juni memperingati hari apa?" jawabannya sangat menarik karena menggabungkan dua isu penting yang berbeda haluan: kesehatan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.
Pada tanggal 3 Juni, dunia bersama-sama merayakan Hari Sepeda Sedunia (World Bicycle Day), sementara di dalam negeri, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pasar Modal Indonesia. Mari kita ulas lebih dalam makna dari kedua peringatan penting ini.
1. Hari Sepeda Sedunia (World Bicycle Day)
Secara global, tanggal 3 Juni ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Hari Sepeda Sedunia sejak tahun 2018. Pencetus awal dari ide ini adalah Leszek Sibilski, seorang profesor sosiologi asal Amerika Serikat yang gencar mengampanyekan resolusi PBB untuk menghormati sepeda.
PBB mengakui bahwa sepeda adalah alat transportasi berkelanjutan yang sederhana, terjangkau, andal, bersih, dan ramah lingkungan. Di tengah krisis iklim dan polusi udara yang semakin meningkat di kota-kota besar, sepeda hadir sebagai solusi konkret.
Merayakan Hari Sepeda Sedunia bukan sekadar tentang mengayuh pedal, melainkan sebuah seruan untuk gaya hidup sehat. Bersepeda secara rutin terbukti ampuh menjaga kesehatan jantung, membakar kalori, dan mengurangi stres. Selain itu, momentum ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah di seluruh dunia untuk menyediakan infrastruktur jalan yang aman bagi para pesepeda.
2. Hari Pasar Modal Indonesia
Jika skala dunia berbicara tentang kesehatan dan lingkungan, maka di skala nasional, tanggal 3 Juni menjadi tonggak sejarah bagi perekonomian negara melalui Hari Pasar Modal Indonesia.
Sejarah mencatat bahwa pasar modal di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, tepatnya pada 14 Desember 1912 di Batavia. Namun, aktivitasnya sempat vakum akibat Perang Dunia I dan II, serta peralihan kekuasaan.
Titik balik kebangkitan pasar modal terjadi pada tanggal 3 Juni 1952. Pada hari tersebut, Bursa Efek Jakarta resmi dibuka kembali oleh Presiden Soekarno setelah sempat mati suri. Momentum inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pasar Modal Indonesia.
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat mengenai pentingnya investasi. Pasar modal memiliki peran krusial sebagai jembatan antara investor yang memiliki dana dengan perusahaan yang membutuhkan modal untuk berkembang. Dengan pasar modal yang sehat, roda perekonomian Indonesia dapat berputar lebih cepat dan inklusif.
Pertanyaan mengenai "tanggal 3 Juni memperingati hari apa" kini sudah terjawab. Tanggal ini mengajak kita semua untuk melakukan refleksi dalam dua aspek kehidupan yang tak kalah penting.
Melalui Hari Sepeda Sedunia, kita diingatkan untuk lebih peduli terhadap kesehatan tubuh dan kelestarian bumi. Sementara melalui Hari Pasar Modal Indonesia, kita diajak untuk melek finansial dan berkontribusi pada kemandirian ekonomi bangsa. Jadi, bagaimana Anda akan merayakan tanggal 3 Juni tahun ini? Apakah dengan bersepeda sore atau mulai mengecek portofolio investasi Anda?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber