Geliat perubahan positif di sektor pendidikan mulai dirasakan nyata oleh masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel). Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, kini menjadi angin segar bagi peningkatan kualitas hidup dan karakter generasi muda di Bumi Lambung Mangkurat. Sejak digulirkan, program ini berhasil memicu lonjakan animo orang tua untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.
Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Yadi Muchtar, mengonfirmasi bahwa sosialisasi gencar mengenai tujuan dan manfaat program ini telah membuka mata masyarakat. Efek domino dari peluncuran tersebut adalah meningkatnya kepercayaan publik secara signifikan.
Perubahan Nyata: Anak Lebih Sehat, Bersih, dan Sopan
Dampak dari Sekolah Rakyat tidak sekadar bualan di atas kertas. Yadi Muchtar membeberkan adanya transformasi fundamental pada aspek fisik dan perilaku para peserta didik sejak mereka mengeyam pendidikan di sana.
Indikator keberhasilan paling mencolok terlihat pada peningkatan kualitas kesehatan dan kebersihan diri anak-anak. Tidak hanya itu, intervensi pendidikan karakter yang humanis di Sekolah Rakyat terbukti ampuh membentuk kepribadian siswa yang lebih sopan, santun, serta memiliki empati dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sosial sekitar.
Menariknya, lompatan prestasi juga berhasil ditunjukkan dalam waktu yang relatif singkat. Sejak melewati Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2025 lalu, para siswa aktif menyumbang piala. Mulai dari kompetisi menggambar, menulis, hingga ketangkasan baris-berbaris. Bahkan, beberapa siswa di antaranya sudah mampu bersaing dan mengukir prestasi gemilang hingga tingkat provinsi. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa target dan harapan Presiden Prabowo dalam memajukan anak bangsa mulai menampakkan hasil.
Sistem Jemput Bola: Fokus pada Masyarakat Desil 1 dan Desil 2
Berbeda dengan institusi pendidikan formal pada umumnya, Sekolah Rakyat mengadopsi mekanisme rekrutmen yang unik dan berkeadilan untuk tahun ajaran 2026. Sekolah ini tidak membuka loket pendaftaran konvensional, melainkan menerapkan sistem penjangkauan langsung (active outreach).
Petugas di lapangan bergerak aktif menyisir dan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang masuk ke dalam kategori kesejahteraan desil 1 dan desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah). Langkah jemput bola ini mendapatkan respons yang sangat hangat. Sebagai contoh, di wilayah Banjarbaru saja, tercatat sudah lebih dari 200 anak yang menyatakan minat dan komitmennya untuk segera bergabung.
Menanti Rampungnya Infrastruktur Permanen
Guna menunjang keberlangsungan aktivitas belajar mengajar yang kondusif, Kalimantan Selatan kini menyiapkan tiga titik lokasi Sekolah Rakyat permanen yang strategis, yaitu di Banjarbaru, Barito Kuala, dan Tanah Bumbu.
Saat ini, progres pembangunan fisik di tiga wilayah tersebut menunjukkan tren positif dengan rata-rata pengerjaan telah menyentuh angka 70 persen. Kementerian Pekerjaan Umum sendiri menargetkan seluruh fasilitas utama dapat rampung dan siap digunakan pada 20 Juni mendatang.
Dengan selesainya infrastruktur fisik yang berbarengan dengan tuntasnya proses pendataan anak-anak desil 1 dan 2, tahun ajaran baru kali ini siap ditandai sebagai momentum kebangkitan baru bagi pendidikan masyarakat prasejahtera di Kalimantan Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel