Daftar Sekolah di Kalsel yang Terapkan PJJ Akibat Banjir Januari 2026
Memasuki minggu kedua Januari 2026, intensitas hujan yang sangat tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan terendam banjir. Menanggapi kondisi darurat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan beserta pemerintah kabupaten/kota mulai memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang terdampak langsung.
Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya debit air di beberapa titik vital, yang tidak hanya merendam akses jalan menuju sekolah tetapi juga masuk ke dalam ruang kelas. Keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama pemerintah daerah di tengah cuaca ekstrem ini.
Wilayah Terdampak dan Kebijakan PJJ
Di Kota Banjarmasin, beberapa sekolah dasar dan menengah di kawasan landai seperti Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan telah menghentikan aktivitas tatap muka sementara. Siswa diminta kembali belajar dari rumah menggunakan platform digital yang telah disiapkan sejak masa pandemi lalu. Langkah serupa juga diambil oleh Pemerintah Kabupaten Banjar, khususnya untuk sekolah-sekolah di wilayah Martapura Kota dan sekitarnya yang menjadi langganan luapan Sungai Martapura.
Selain Kabupaten Banjar, wilayah Barito Kuala juga melaporkan beberapa sekolah di area pesisir sungai mulai menerapkan PJJ. Hal ini dilakukan karena akses transportasi air maupun darat bagi siswa dianggap terlalu berisiko jika dipaksakan.
Himbauan untuk Orang Tua Siswa
Dinas Pendidikan menghimbau agar para orang tua aktif memantau grup komunikasi sekolah untuk mendapatkan update terbaru. Meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah, guru tetap memberikan materi secara daring sesuai kurikulum yang berjalan. Pemerintah juga meminta pihak sekolah untuk memastikan fasilitas laboratorium dan perpustakaan telah diamankan dari jangkauan air guna meminimalisir kerusakan aset negara.
Bagi masyarakat, disarankan untuk tetap waspada terhadap peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan lebat yang diprediksi masih akan berlangsung hingga pertengahan Januari. Keputusan untuk memulai kembali pembelajaran tatap muka akan dievaluasi setiap tiga hari sekali, menyesuaikan dengan penurunan debit air di masing-masing lokasi sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: