KALSEL - Kalimantan Selatan, dengan dominasi etnis Banjar dan masyarakat Muslim yang taat, menyimpan kekayaan pola asuh anak yang unik. Pola asuh di sini tidak hanya sekadar tentang mendidik anak, tetapi juga tentang mewariskan nilai-nilai leluhur, menjunjung tinggi agama, dan menyesuaikan dengan dinamika zaman. Berdasarkan penelitian lapangan dan kajian akademis, setidaknya terdapat beberapa tipe pola asuh yang menonjol di Bumi Antasari ini.
Tipe-Tipe Pola Asuh yang Dominan
Pola asuh di Kalimantan Selatan dapat dipetakan ke dalam beberapa tipe utama. Pertama, Pola Asuh Tradisional-Kolektivis yang kental dengan nilai-nilai Urang Banjar. Pola ini menekankan penghormatan kepada keluarga dan adat, kepatuhan pada orang tua, serta penanaman nilai gotong royong. Anak-anak sejak dini telah dikenalkan dengan tata krama, bahasa adat, dan peran sosial mereka dalam masyarakat.
Kedua, Pola Asuh Religius yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Muslim di Kalsel. Pengajaran agama Islam—seperti shalat, mengaji, dan akhlak—menjadi inti dari pengasuhan. Orang tua tidak hanya mengandalkan pendidikan di rumah, tetapi juga mempercayakan anak-anak mereka kepada lembaga agama seperti TPA atau pesantren untuk memperdalam ilmu agamanya.
Baca juga: Bahasa Banjar: Jejak Austronesia yang Terjalin dalam Budaya dan Waktu
Ketiga, Pola Asuh Otoritatif yang mulai banyak diterapkan, khususnya di daerah urban. Pola asuh ini merupakan perpaduan antara kontrol dan kehangatan. Orang tua menerapkan aturan dan batasan yang jelas, tetapi juga membuka ruang dialog dan komunikasi dua arah dengan anak. Penelitian dari UGM menyebutkan pola asuh demokratis (otoritatif) ini dapat mencegah anak memiliki masalah kepribadian dan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, disiplin, dan bahagia secara psikologis.
Keempat, Pola Asuh Permisif yang cenderung longgar dan memberikan kebebasan lebih kepada anak. Meski tidak sepopuler tipe lainnya, pola ini ditemukan pada sebagian keluarga, terutama di perkotaan. Orang tua dengan pola asuh permisif cenderung memanjakan, jarang memberikan aturan ketat, dan lebih fokus pada kebahagiaan anak. Namun, dampak jangka panjangnya bisa membuat anak kesulitan memahami batasan, egois, dan kurang motivasi belajar .
Ciri Khas dan Tantangan Pola Asuh di Kalsel
Yang unik dari pola asuh di Kalsel adalah peran keluarga besar dan komunitas yang sangat kuat. Kakek-nenek, paman-bibi, bahkan tetangga turut serta dalam proses pengasuhan, mencerminkan nilai kolektivisme yang kental.
Baca juga: Mengenal Pusat Perbelanjaan Terbaik di Kalimantan Selatan: Dari Duta Mall hingga Q Mall
Fokus pada pendidikan karakter dan akhlak juga menjadi penanda utama. Bagi banyak orang tua di Kalsel, membentuk anak yang berakhlak mulia dan memahami agama seringkali diutamakan daripada sekadar pencapaian akademis semata.
Namun, beberapa tantangan masih menghadang. Pernikahan dini yang angkanya pernah tinggi di Kalsel berpotensi menyebabkan pola asuh yang kurang matang akibat keterbatasan ekonomi dan emosional orang tua. Kesenjangan akses pendidikan dan ekonomi juga memunculkan pola asuh yang lebih praktis dan survival-oriented, di mana anak sering dilibatkan dalam membantu ekonomi keluarga, yang kadang dapat mengorbankan pendidikannya.
Untuk memperkuat kualitas pengasuhan anak di Kalsel, diperlukan program parenting education yang mudah diakses orang tua, seperti melalui PAUD atau posyandu, yang sensitif terhadap budaya lokal. Integrasi antara pendidikan karakter, agama, dan stimulasi kognitif juga kunci penting. Selain itu, dukungan bagi keluarga rentan ekonomi sangat diperlukan untuk memutus mata rantai masalah yang dapat menghambat tumbuh kembang anakk.
Baca juga: 7 Puisi Singkat Minuman Matcha yang Bikin Hidup Terasa Lebih Tenang
Pola asuh di Kalimantan Selatan adalah mosaik yang indah antara melestarikan warisan budaya Banjar, menjalankan nilai-nilai agama Islam, dan menyikapi tuntutan zaman. Dengan memahami kekhasan dan tantangannya, semua pihak dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi generasi penerus Kalimantan Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ChanelMuslim.com, Nawawi, R., Et Al (1993). Pola Pengasuhan Anak Secara Tradisional Di Kalimantan Selatan. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan., Sumiati (2018). Dampak Pola Asuh Orang Tua Suku Banjar Terhadap Perilaku Pertemanan Lawan Jenis Anak. Universitas Pendidikan Indonesia.