Kalau ada yang bilang "Urang Banjar" itu cuma sekadar suku dari Kalimantan Selatan, mereka belum tahu betapa kaya identitasnya! Dari bahasa yang melodius, kuliner yang memukau, hingga tradisi sungai yang unik, menjadi orang Banjar itu seperti memiliki sertifikat keunikan budaya. Nah, apa saja sih hal-hal yang bikin kamu disebut "Banjar banget"? Simak ulasan lengkapnya!
1. Bahasa Banjar: Logat yang Khas dan Penuh Nuansa
Orang Banjar punya bahasa sendiri yang disebut basa Banjar, dengan dialek khas seperti Banjar Kuala (urban) dan Banjar Hulu (pedalaman). Kosakatanya unik, seperti "Kai" untuk "kamu", "Amin" untuk "iya", dan "Mba" untuk memanggil kakak perempuan. Bahasa ini juga kaya pengaruh Arab (madihin dari madah) dan Melayu klasik, membuatnya terdengar seperti nyanyian saat diucapkan.
2. Kuliner yang Bikin Lidah Bergoyang
Jangan coba-coba ke Banjarmasin kalau belum siap dengan ledakan rasa di mulut! Beberapa hidangan wajib yang bikin kamu otentik Banjar: Soto Banjar dengan kuah bening dan rempah kayu manis, Ketupat Kandangan yang disiram kuah santan dan ikan haruan, serta Gangan Asam Banjar yang kaya rempah.
Baca juga: Kuliner Unik Ini Hanya Ada di Kalimantan Selatan!
3. Hidup Harmonis dengan Sungai
Sebagai masyarakat sungai, orang Banjar menjadikan air sebagai bagian dari identitas. Pasar Terapung di sungai Barito adalah contoh nyata, di mana pedagang berjualan dari perahu sejak zaman Kesultanan Banjar. Ada juga tradisi Baayun Mulud, upacara perahu hias saat Maulid Nabi.
4. Seni Lisan yang Hidup: Madihin & Lamut
Kesenian tutur Banjar adalah warisan leluhur yang masih lestari. Madihin berupa puisi berbalas penuh humor, sementara Lamut adalah nyanyian ritual bernuansa Islami yang sering dibawakan di pengajian atau pernikahan.
5. Sopan Santun dan Gotong Royong
Nilai kekeluargaan orang Banjar sangat kental. Senyum dan salam sebelum bicara adalah wajib, sementara tradisi gotong royong (handep) dalam membangun rumah atau panen jadi bukti solidaritas mereka.
6. Rumah Bubungan Tinggi: Arsitektur yang Filosofis
Rumah adat Banjar berbentuk panggung dengan atap lima gonjong, melambangkan harmonisasi alam dan manusia. Tiangnya tinggi untuk antisipasi banjir, sementara kolong rumah biasa dipakai untuk menyimpan perahu atau berdagang.
7. Fashion Sarung dan Songket Banjar
Sarung Banjar dengan motif garis-garis sering dipakai pria untuk salat atau acara adat. Sementara wanita Banjar memadukan kebaya Kartini dengan selendang songket bermotif buaya atau naga.
Baca juga: Cerita di Balik Kain Sasirangan Khas Banjar
8. Religius tapi Tetap Terbuka
Mayoritas orang Banjar Muslim, tetapi budaya lokal seperti baayun anak (ayunan bayi) atau batamat Quran tetap dirayakan dengan meriah, menunjukkan keseimbangan antara agama dan tradisi.
9. Jiwa Dagang yang Kuat
Dari zaman Kesultanan Banjar, orang Banjar sudah terkenal sebagai pedagang ulung. Pasar terapung hingga warung kaki lima di Banjarmasin jadi bukti nyata jiwa dagang mereka.
10. Rasa Bangga yang Mengakar
Orang Banjar sangat mencintai budayanya. Dari kecil, anak-anak sudah diajari bahasa, kuliner, dan adat istiadat agar tak lekang zaman.
Jadi, kalau kamu fasih bilang "Kai, tulung handak ka mana?", lebih memilih soto Banjar ketimbang soto Betawi, tahu betul cara makan ketupat Kandangan yang benar, dan selalu tersenyum saat menyapa tetangga, selamat! Kamu adalah Urang Banjar banget!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Detik.com, Kumparan