Masjid Sultan Suriansyah (Pinterest/A.Rauf Ganatra)
Kalimantan Selatan tidak hanya kaya akan alamnya, tetapi juga menyimpan warisan sejarah yang mengagumkan. Dari masjid kuno hingga bekas tambang kolonial, provinsi ini menawarkan perjalanan waktu melalui situs-situs bersejarah yang masih terjaga. Berikut tiga destinasi yang wajib dikunjungi bagi pecinta sejarah dan budaya.
1. Masjid Sultan Suriansyah: Jejak Islamisasi Banjar
Masjid tertua di Kalimantan Selatan ini dibangun antara 1526–1550 oleh Sultan Suriansyah, penguasa pertama Kesultanan Banjar yang memeluk Islam. Terletak di Banjarmasin, masjid ini memadukan arsitektur kayu ulin khas Banjar dengan atap bertingkat tiga, menyerupai gaya Jawa-Hindu.
Yang Menarik:
- Mihrab unik dengan atap terpisah dan mimbar kayu berukir kaligrafi Arab-Melayu bertahun 1296 Hijriyah.
- Kompleks makam kerajaan, termasuk makam Sultan Suriansyah dan keluarga, yang menjadi tujuan ziarah religius.
- Status cagar budaya sejak 2008 setelah melalui pemugaran pada 1978 dan 1999.
Tips Berkunjung:
- Buka setiap hari dengan tiket gratis.
- Kunjungi pagi atau sore untuk menghindari panas terik.
Baca juga: Wisata Religi di Martapura, Ziarah Spiritual ke Makam Ulama & Masjid Bersejarah
2. Museum Wasaka: Saksi Perlawanan Rakyat Banjar
Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) di Banjarmasin Utara menyimpan 400 koleksi perjuangan rakyat Banjar melawan penjajah, dari senjata tradisional hingga naskah proklamasi lokal 17 Mei 1949. Namanya berasal dari motto perjuangan Banjar: "Waja sampai kaputing" (berjuang hingga titik darah penghabisan).
Yang Menarik:
- Rumah Bubungan Tinggi, bangunan tradisional Banjar yang dialihfungsikan sebagai museum sejak 1991.
- Koleksi interaktif, seperti replika senjata dan pakaian barajah (bermantra) untuk pengalaman imersif.
- Lokasi strategis di tepi Sungai Martapura, bekas jalur logistik pejuang.
Tips Berkunjung:
- Bawa pemandu lokal untuk cerita mendalam.
- Gabungkan dengan kunjungan ke Pasar Terapung Martapura.
3. Tambang Batubara Oranje Nassau: Peninggalan Kolonial Belanda
Tambang bawah tanah tertua di Indonesia ini dibangun Belanda pada 1849 di Desa Lok Tunggul, Kabupaten Banjar. Situs ini menjadi bagian dari Geopark Meratus dan menyisakan lorong tambang, sumur putaran, serta fondasi mesin uap.
Yang Menarik:
- Sejarah kelam eksploitasi buruh paksa dan perlawanan rakyat Banjar yang dipimpin Pangeran Antasari.
- Potensi geowisata, termasuk singkapan batubara Formasi Tanjung berusia 65–36,5 juta tahun.
- Akses edukatif dengan pemandu dari Balai Arkeologi Kalimantan Selatan.
Tips Berkunjung:
- Kunjungi musim kemarau untuk akses lebih mudah.
- Pakai alas kaki nyaman untuk menjelajahi bekas lorong tambang.
Mengapa Situs Ini Penting?
Ketiga situs ini merefleksikan tiga era kunci:
1. Penyebaran Islam melalui Masjid Sultan Suriansyah.
2. Perjuangan kemerdekaan di Museum Wasaka.
3. Industrialisasi kolonial di Tambang Oranje Nassau.
Dengan memadukan wisata edukasi, religi, dan petualangan, situs-situs ini cocok untuk pelajar, peneliti, atau traveler yang ingin memahami Kalimantan Selatan lebih dalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kompasiana.com, IDN Times, Geopark Meratus