Kalimantan Selatan tidak hanya memikat dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan kekayaan kuliner yang sarat rempah dan sejarah. Dua hidangan ikoniknya—Soto Banjar dan Ketupat Kandangan—sering menjadi perbincangan karena keduanya mewakili cita rasa khas Banjar, meski dengan karakter yang berbeda. Mana yang lebih sesuai dengan selera Anda? Mari telusuri perbedaannya dan ikuti kuis interaktif di akhir artikel untuk menemukan jawabannya!
Soto Banjar: Hangat, Ringan, dan Menggugah Selera
Soto Banjar adalah salah satu hidangan legendaris dari Kalimantan Selatan yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Banjar. Berbeda dengan soto Jawa yang berwarna kuning karena kunyit, kuah soto Banjar cenderung bening keruh dengan aroma rempah seperti kayu manis, pala, dan cengkih. Uniknya, ada sentuhan susu dalam kuahnya yang memberikan kekayaan rasa tanpa membuatnya terlalu berat.
Bahan & Penyajian
- Bahan utama: Ayam suwir, perkedel kentang, telur rebus, soun, dan ketupat atau nasi.
- Pelengkap: Sambal jeruk nipis dan bawang goreng untuk menambah kesegaran.
- Ciri khas: Kuah bening beraroma rempah dengan sedikit rasa manis, cocok untuk sarapan atau makan siang.
Soto Banjar cocok bagi mereka yang menyukai rasa ringan namun tetap beraroma kuat. Beberapa warung terkenal di Banjarmasin yang menyajikan soto ini antara lain Soto Banjar H. Anam Ayam Bakupah dan Depot Soto Bang Mamat.
Baca juga: Kuliner Unik Ini Hanya Ada di Kalimantan Selatan!
Ketupat Kandangan: Gurih, Kental, dan Penuh Tradisi
Ketupat Kandangan berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2022. Hidangan ini terdiri dari ketupat beras padat (karau) yang disiram kuah santan kental berbumbu rempah, disertai ikan gabus panggang atau asap sebagai pelengkap.
Bahan & Penyajian
- Bahan utama: Ketupat beras, ikan gabus/haruan, kuah santan kental dengan rempah (kayu manis, kapulaga, cengkih).
- Ciri khas: Kuah berwarna kuning keemasan, tekstur ketupat padat sehingga menyerap kuah dengan sempurna.
- Cara makan unik: Dilarang pakai sendok—harus menggunakan tangan (bekacak) sesuai tradisi Banjar.
Ketupat Kandangan sering disajikan dalam acara adat atau perayaan Lebaran Ketupat, menjadikannya simbol kebersamaan masyarakat Banjar.
Perbandingan Singkat: Mana yang Lebih Anda Sukai?
| Aspek | Soto Banjar | Ketupat Kandangan |
|---|---|---|
| Bahan Utama | Ayam suwir, perkedel, kuah bening | Ketupat karau, ikan gabus, kuah santan |
| Rasa & Aroma | Ringan, harum rempah, sedikit manis | Gurih, santan kental, rempah kuat |
| Waktu Konsumsi | Sarapan atau makan siang harian | Makan berat, acara adat, Lebaran |
| Tekstur | Kuah encer, bahan pelengkap beragam | Ketupat padat, kuah kental |
Baca juga: Coba Dulu Baru Tahu, Makanan Banjar yang Underrated
Kuis: Kamu Tim Soto Banjar atau Ketupat Kandangan?
Cocokkan jawaban Anda untuk menemukan "jiwa kuliner" Anda:
1. Sarapan ideal Anda?
- A: Soto ayam berkuah bening + perkedel
- B: Ketupat dengan kuah santan kental + ikan gabus
2. Aroma favorit?
- A: Kayu manis & cengkih dalam kuah bening
- B: Santan kental & rempah pada ikan asap
3. Kapan biasanya dinikmati?
- A: Pagi sebelum beraktivitas
- B: Siang atau malam saat acara adat
Hasil:
- Lebih banyak A: Anda penyuka rasa segar dan ringan—Soto Banjar adalah pilihan tepat!
- Lebih banyak B: Anda pecinta santan gurih dan rempah kuat—Ketupat Kandangan lebih cocok!
Baik Soto Banjar maupun Ketupat Kandangan mencerminkan kekayaan kuliner Banjar yang dipengaruhi akulturasi budaya. Jika Anda menyukai rasa segar dan praktis, Soto Banjar adalah jawabannya. Namun, jika Anda penggemar santan kental dan rempah "nendang", Ketupat Kandangan akan memuaskan lidah Anda.
Yuk, bagikan hasil kuis Anda di kolom komentar—termasuk tim mana Anda? 😊
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Indonesia Kaya, Agenda Indonesia