Minggu, 27 JULI 2025 • 09:29 WIB

Jajanan Pasar Khas Kalimantan Selatan Dengan Keunikan Rasa dan Budaya Banjar

Author

Amparan Tatak, wadai khas Kalimantan Selatan (Pinterest/Topwisata.info)

KALSEL - Kalimantan Selatan tidak hanya kaya akan alam dan budaya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang menggugah selera. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah jajanan pasar khas Banjar, atau yang dikenal sebagai wadai. Jajanan ini tidak hanya lezat, tetapi juga sarat makna budaya dan tradisi. Berikut beberapa jajanan unik yang wajib dicoba, beserta keistimewaannya.  

1. Bingka: Kue Legit dengan Berbagai Varian
Bingka adalah salah satu jajanan ikonik Kalimantan Selatan yang terbuat dari campuran **tepung terigu, santan, telur, dan gula. Teksturnya lembut dengan rasa manis yang khas. Ada beberapa varian bingka yang populer, seperti:

  • Bingka Kentang menggunakan kentang sebagai bahan utama, memberikan tekstur lebih padat dan gurih.  
  • Bingka Barandam yang disajikan dengan rendaman sirup gula merah, membuatnya semakin manis dan legit.  
  • Bingka Tapai memanfaatkan tapai (fermentasi singkong atau beras ketan) untuk rasa asam-manis yang unik .  

Bingka sering menjadi bagian dari Wadai 41, sebuah tradisi penyajian 41 jenis kue dalam acara adat Banjar.  

Baca juga: Rahasia Kenikmatan Amparan Tatak: Kudapan Manis Khas Banjar

2. Amparan Tatak: Kue Kenyal dengan Sentuhan Pisang
Kue ini terbuat dari tepung beras, santan, dan irisan pisang atau nangka. Teksturnya kenyal dengan rasa gurih-manis yang khas. Amparan tatak biasanya disajikan dalam potongan besar dan sering dijumpai saat bulan Ramadan sebagai menu takjil .  

3. Apam Batil: Wadai Berongga dengan Kuah Gula Aren  
Apam batil terbuat dari tepung beras dan santan, dimasak hingga berongga, lalu disiram kuah gula aren. Uniknya, cara makannya disebut bakacau, yaitu dengan mencampur kue dan kuah langsung di tangan tanpa sendok—sebuah tradisi yang masih dilestarikan .  

4. Kue Cincin: Renyah dengan Aroma Gula Merah
Kue cincin adalah jajanan gorengan berbentuk lingkaran, terbuat dari tepung beras dan gula merah. Bagian luarnya renyah, sementara bagian dalamnya lembut. Aroma gula merahnya sangat khas dan menggugah selera .  

olahan kulit cempedak khas Kalimantan: Mandai (Pinterest/tiffinbiru.com)

5. Mandai: Kulit Cempedak Fermentasi yang Unik
Mandai terbuat dari kulit cempedak yang difermentasi, kemudian digoreng atau dibakar. Rasanya unik—perpaduan asin, asam, dan sedikit pahit—menjadikannya camilan yang berbeda dari yang lain. Mandai juga sering dijadikan bahan campuran gulai .  

6. Pisang Gapit: Pisang Bakar dengan Siraman Santan Manis
Pisang kepok dibakar lalu disiram kuah santan gula merah, menghasilkan perpaduan gurih dan manis. Jajanan ini cocok dinikmati sebagai camilan sore hari, terutama di tepian sungai atau pantai .  

Banyak jajanan ini tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga memiliki nilai budaya. Beberapa di antaranya merupakan bagian dari Wadai 41, sementara yang lain seperti amparan tatak dan bingka barandam identik dengan Ramadan dan acara adat Banjar.  

Baca juga: Kreasi Olahan Mandai: Dari Goreng Crispy Hingga Tumis Pedas.

Jajanan pasar khas Kalimantan Selatan menawarkan keunikan rasa dan cerita budaya yang kaya. Dari yang manis seperti bingka dan amparan tatak, hingga gurih-unik seperti mandai, setiap hidangan punya ciri khasnya sendiri. Jika berkunjung ke Kalimantan Selatan, jangan lewatkan untuk mencicipi jajanan tradisional ini!  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IDN Times, Budayanesia, Keluyuran

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU