Sabtu, 26 JULI 2025 • 07:18 WIB

Kue Ipau, Lasagna Nusantara Gurih Berbalut Rempah Khas Banjar yang Wajib Dicoba!

Author

Kue Tradisional Banjar, Kue Ipau (Pinterest/Misbahuljannah)

Kue Ipau mungkin belum setenar kue lapis legit atau bika ambon, tetapi keunikan rasanya patut diperhitungkan. Kue tradisional khas Banjarmasin ini sering dijuluki "lasagna-nya Indonesia" karena tampilannya yang berlapis dan isiannya yang gurih. Namun, jangan salah—Ipau punya cita rasa otentik yang berbeda dari hidangan Italia itu.  

Sejarah dan Asal-Usul Kue Ipau

Kue Ipau telah diakui sebagai warisan kuliner Banjarmasin melalui SK Walikota No. 811/2017. Meski namanya tidak berasal dari bahasa Banjar, sejarahnya diperkirakan terkait dengan pengaruh budaya Timur Tengah, khususnya dari komunitas keturunan Arab di Kampung Antasan Kecil Barat.  

Baca juga: Kue Pundut Dengan Cerita Manis di Balik Daun Pisang yang Melegenda

Ada dua teori tentang asal nama "Ipau":  

  1. Nama Pembuat, kemungkinan diambil dari nama penciptanya dengan tambahan huruf "i", seperti kebiasaan penamaan orang Banjar.  
  2. Kata Arab "Upuu" yang Berarti "iris" atau "potong", merujuk pada cara penyajiannya yang dipotong-potong.  

Kue Ipau bukan sekadar kue biasa—ia adalah perpaduan sempurna antara tekstur lembut dan rasa rempah yang kuat. Berikut lapisan penyusunnya:  

  1. Kulitnya terbuat dari adonan tepung terigu, telur, dan susu cair, dimasak tipis seperti crepe.  
  2. Isian dengan daging sapi atau ayam cincang ditumis dengan kentang, wortel, dan rempah seperti cengkeh, kayu manis, serta bunga lawang.   
  3. Perekat menggunakan santan kental dan tepung yang dimasak hingga kental, menyatukan lapisan-lapisannya.  
  4. Pelengkap seperti aburan bawang goreng, seledri, dan telur rebus menambah cita rasa gurih.  

Kue ini biasanya disajikan dalam dua versi, pertama basah dengan siraman kuah santan kental atau kering tanpa kuah.  

Baca juga: Manisnya Apam Banjar, Nikmatnya Budaya yang Terwariskan

Perbedaan dengan Lasagna  

Meski sama-sama berlapis, Kue Ipau punya ciri khas yang membedakannya dari lasagna, yaitu dari kulitnya, Ipau menggunakan lembaran adonan tipis, sementara lasagna memakai pasta, lalu dari bumbu dimana Lasagna mengandalkan saus tomat dan bechamel, sedangkan Ipau memakai rempah nusantara dan santan, dan dari cara masaknya, Lasagna dipanggang, Ipau dikukus.  

Kue Ipau semakin populer, terutama saat Ramadan sebagai hidangan takjil. Namun, pembuatannya yang rumit membuat kue ini jarang ditemui di luar Kalimantan Selatan. Upaya pelestarian melalui festival kuliner dan dokumentasi resep tradisional penting agar Ipau tidak punah tergerus zaman.  

Kue Ipau bukan sekadar makanan, melainkan cerita tentang akulturasi budaya dan kekayaan rempah Nusantara. Jika berkunjung ke Banjarmasin, jangan lupa mencicipi kelezatannya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: SK Walikota Banjarmasin No. 811/2017, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kalimantan Selatan, Wawancara Dengan Komunitas Pengrajin Kue Tradisional Banjar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU