Tips Cerdas: Cara Memilih Hewan Kurban yang Baik dan Sehat Fisiknya (pinterest)
Merayakan Hari Raya Idul Adha tidak lepas dari ibadah penyembelihan hewan kurban. Sebagai bentuk takwa dan rasa syukur, tentu kita ingin memberikan yang terbaik. Namun, di tengah maraknya penjualan hewan musiman, Anda harus ekstra teliti. Jangan sampai niat suci ini terhambat karena Anda salah memilih hewan yang ternyata sakit atau cacat.
Agar ibadah Anda berjalan lancar dan sah secara syariat, diperlukan kejelian khusus. Berikut adalah panduan dan tips cerdas mengenai cara memilih hewan kurban yang baik dan sehat fisiknya yang wajib Anda ketahui sebelum pergi ke penyedia hewan kurban.
1. Pastikan Hewan Sudah Cukup Umur (Kupak)
Syarat utama yang tidak boleh ditawar dalam memilih hewan kurban adalah usia. Setiap jenis hewan memiliki standar usia minimal yang berbeda sesuai syariat Islam.
Untuk kambing atau domba, umur minimal adalah 1 tahun (atau minimal 6 bulan jika jenis domba tertentu sulit ditemukan yang berusia 1 tahun). Sedangkan untuk sapi atau kerbau, minimal harus berusia 2 tahun.
Cara paling cerdas untuk mengetahui usia hewan adalah dengan memeriksa giginya. Jika gigi susu hewan tersebut telah tanggal (lepas) dan tumbuh gigi tetap yang baru (disebut kupak), itu tandanya hewan sudah cukup umur dan siap dikurbankan.
2. Amati Perilaku dan Keaktifan Hewan
Hewan kurban yang sehat bisa dilihat dari perilakunya sehari-hari di kandang. Pilihlah hewan yang gerakannya lincah, aktif, dan memiliki nafsu makan yang baik.
Hindari memilih hewan yang terlihat lesu, menyendiri di sudut kandang, atau menundukkan kepala secara terus-menerus. Hewan yang enggan berdiri atau malas bergerak biasanya sedang mengalami stres, kelelahan akibat perjalanan jauh, atau bahkan sedang mengidap penyakit tertentu.
3. Cek Fisik Secara Menyeluruh (Bebas dari Cacat)
Kriteria fisik yang sehat dan sempurna adalah mutlak. Anda harus melakukan inspeksi visual dari ujung kepala hingga ujung ekor. Pastikan hewan kurban yang Anda pilih memenuhi standar fisik berikut:
4. Periksa Area Lubang Alami
Langkah yang sering dilewatkan oleh pembeli adalah memeriksa area belakang dan lubang alami hewan (dubur dan mulut). Pastikan area di sekitar dubur bersih dan kering. Jika area tersebut basah atau kotor oleh kotoran yang encer, besar kemungkinan hewan tersebut sedang mengalami diare atau gangguan pencernaan. Selain itu, pastikan dari mulutnya tidak keluar air liur yang berlebihan secara tidak wajar.
5. Pilih Tempat Penjualan yang Memiliki Izin Dinas Terkait
Tips cerdas terakhir adalah membeli dari peternak atau pedagang yang terpercaya. Tempat penjualan hewan kurban yang baik biasanya mengantongi surat izin dan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Peternakan atau dokter hewan setempat. Jangan ragu untuk menanyakan sertifikat atau surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) kepada penjual demi kenyamanan dan kepastian Anda.
Memilih hewan kurban yang baik dan sehat fisiknya bukan hanya sekadar urusan estetika, melainkan bagian dari kesempurnaan ibadah itu sendiri. Dengan menerapkan tips cerdas di atas, Anda bisa berkurban dengan tenang, aman, dan penuh berkah. Selamat menyambut Hari Raya Idul Adha!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber