Berdiri megah di tepian Sungai Kuin, Banjarmasin, Masjid Sultan Suriansyah bukan sekadar tempat ibadah. Masjid ini adalah monumen hidup sekaligus saksi bisu transisi besar Kalimantan Selatan menuju era Islam. Sebagai masjid tertua di Tanah Banjar, bangunan ini menyimpan narasi mendalam tentang lahirnya Kesultanan Banjar dan penyebaran Islam di Borneo.
Asal-Usul dan Peran Sultan Suriansyah
Masjid ini dibangun pada tahun 1526 oleh Sultan Suriansyah, raja pertama Kerajaan Banjar yang memeluk agama Islam. Sebelumnya, beliau dikenal dengan nama Pangeran Samudera. Masuknya Islam ke istana bukan hanya mengubah keyakinan sang raja, tetapi juga menandai pergeseran struktur sosial dan politik di Kalimantan Selatan, menjadikan masjid ini sebagai pusat penyebaran dakwah di masanya.
Arsitektur yang Unik dan Filosofis
Keunikan utama Masjid Sultan Suriansyah terletak pada arsitekturnya yang mengusung gaya Banjar Tradisional. Berbeda dengan masjid modern beratap kubah, masjid ini memiliki:
Destinasi Wisata Religi dan Sejarah
Kini, Masjid Sultan Suriansyah telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Ribuan peziarah datang setiap tahunnya, tidak hanya untuk beribadah tetapi juga mengunjungi Kompleks Makam Sultan Suriansyah yang terletak tak jauh dari lokasi masjid.
Bagi Anda yang berkunjung ke Banjarmasin pada tahun 2025, menyusuri Sungai Kuin menggunakan klotok menuju masjid ini akan memberikan pengalaman spiritual dan historis yang tak terlupakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber