Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 31 JULI 2025 • 19:37 WIB

Astrologi Banjar: Warisan Ramalan yang Menyatu dengan Kearifan Lokal

Astrologi Banjar: Warisan Ramalan yang Menyatu dengan Kearifan LokalRumah apung di perairan (Pinterest/Fathur)

Astrologi Banjar bukan sekadar sistem ramalan, melainkan warisan budaya yang memadukan pengaruh Hindu-Buddha Jawa, Islam, dan kepercayaan lokal Dayak Banjar.

Salah satu naskah klasik yang menjadi rujukan adalah Kitab Tāj al-Mulk Wardani, yang awalnya digunakan di lingkungan istana sebelum diadaptasi masyarakat untuk keperluan sehari-hari seperti menentukan waktu baik, meramal jodoh, atau memprediksi nasib. Tradisi ini juga berkaitan erat dengan ilmu falak (astronomi Islam), yang digunakan untuk penentuan waktu ibadah dan ritual adat.  

Sistem Babilangan: Numerologi dalam Budaya Banjar  

Masyarakat Banjar mengenal babilangan—sistem perhitungan numerik berdasarkan weton (hari lahir). Setiap weton merupakan gabungan dari siklus mingguan (7 hari) dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), menghasilkan 35 kombinasi. Angka-angka ini diinterpretasikan untuk membaca kepribadian, kecocokan jodoh, hingga memilih momen terbaik memulai usaha.  

Misalnya, seseorang yang lahir pada Jumat Wage diyakini memiliki sifat sabar dan rezeki yang lancar, sedangkan Senin Legi dikaitkan dengan kecerdasan dan karisma. Sistem ini masih dipraktikkan dalam tradisi Basasuluh (peminangan), di mana perhitungan weton calon pengantin dianggap memengaruhi keharmonisan rumah tangga.  

Baca juga: Sungai Zodiak Kalsel: Barito Si Petualang Aries, Martapura Si Setia Taurus, dan 10 Pasangan Unik Lainnya!

Ramalan Mingguan: Antara Falakiyah dan Pasaran  

Ramalan mingguan dalam astrologi Banjar tidak lepas dari tiga elemen kunci:  

  1. Pasaran Hari Ini: Masing-masing hari membawa "aura" berbeda. Legi misalnya, dianggap membawa keberuntungan dalam komunikasi, sementara Pon kerap dikaitkan dengan energi yang kurang stabil.  
  2. Weton Lahir: Menjadi dasar kekuatan individu.  
  3. Pergerakan Bulan & Matahari (Falakiyah): Diyakini memengaruhi perubahan energi harian.  

Contoh ramalan untuk pekan ini mungkin berbunyi:  
- Pahing: Rezeki datang dari jaringan profesional, tetapi hindari keputusan finansial tergesa-gesa.  
- Kliwon: Waktu tepat untuk negosiasi, namun perlu kehati-hatian dalam hubungan asmara.  

Meski terkesan matematis, para ahli astrologi Banjar mengakui bahwa ramalan bisa meleset—sebagaimana tercatat dalam tradisi lisan bahwa "nasib sejati ada di tangan Tuhan".  

Menggunakan Ramalan secara Bijak  

Baca juga: 12 Nama Kucing Unik Terinspirasi Kuliner Khas Kalimantan Selatan, Mana Favoritmu?

Astrologi Banjar sebaiknya dipahami sebagai panduan, bukan kepastian mutlak. Beberapa prinsip yang bisa diterapkan:  

  • Sebagai Refleksi Diri: Ramalan bisa menjadi alat introspeksi, misalnya dengan menyesuaikan tindakan sesuai energi hari tersebut.  
  • Tetap Berusaha dan Berdoa: Kepercayaan lokal Banjar menekankan bahwa usaha (ikhtiar) dan doa (tawakal) tetap lebih utama.  
  • Menghargai Konteks Budaya: Praktik ini tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai Banjar yang kental dengan kearifan spiritual.  

Astrologi Banjar adalah bukti betapa budaya Nusantara mampu menyatukan sains, kepercayaan, dan tradisi. Meski tidak sepenuhnya ilmiah, sistem ini tetap hidup sebagai bagian dari identitas masyarakat Banjar. Bagi yang ingin mendalaminya, Kitab Tāj al-Mulk dan kajian babilangan bisa menjadi pintu masuk untuk memahami filosofi di baliknya.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Astrologi Dan Pengobatan Melayu Dalam Kitab Tāj Al-Mulk, Praktik Babilangan Pada Tradisi Basasuluh Suku Banjar, Ilmu Pal Ramalan Babilangan Suku Banjar (Naskah Lokal)

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Astrologi Banjar: Warisan Ramalan yang Menyatu dengan Kearifan Lokal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!