Rumah apung di perairan (Pinterest/Fathur)
Astrologi Banjar bukan sekadar sistem ramalan, melainkan warisan budaya yang memadukan pengaruh Hindu-Buddha Jawa, Islam, dan kepercayaan lokal Dayak Banjar.
Salah satu naskah klasik yang menjadi rujukan adalah Kitab Tāj al-Mulk Wardani, yang awalnya digunakan di lingkungan istana sebelum diadaptasi masyarakat untuk keperluan sehari-hari seperti menentukan waktu baik, meramal jodoh, atau memprediksi nasib. Tradisi ini juga berkaitan erat dengan ilmu falak (astronomi Islam), yang digunakan untuk penentuan waktu ibadah dan ritual adat.
Sistem Babilangan: Numerologi dalam Budaya Banjar
Masyarakat Banjar mengenal babilangan—sistem perhitungan numerik berdasarkan weton (hari lahir). Setiap weton merupakan gabungan dari siklus mingguan (7 hari) dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), menghasilkan 35 kombinasi. Angka-angka ini diinterpretasikan untuk membaca kepribadian, kecocokan jodoh, hingga memilih momen terbaik memulai usaha.
Misalnya, seseorang yang lahir pada Jumat Wage diyakini memiliki sifat sabar dan rezeki yang lancar, sedangkan Senin Legi dikaitkan dengan kecerdasan dan karisma. Sistem ini masih dipraktikkan dalam tradisi Basasuluh (peminangan), di mana perhitungan weton calon pengantin dianggap memengaruhi keharmonisan rumah tangga.
Ramalan Mingguan: Antara Falakiyah dan Pasaran
Ramalan mingguan dalam astrologi Banjar tidak lepas dari tiga elemen kunci:
Contoh ramalan untuk pekan ini mungkin berbunyi:
- Pahing: Rezeki datang dari jaringan profesional, tetapi hindari keputusan finansial tergesa-gesa.
- Kliwon: Waktu tepat untuk negosiasi, namun perlu kehati-hatian dalam hubungan asmara.
Meski terkesan matematis, para ahli astrologi Banjar mengakui bahwa ramalan bisa meleset—sebagaimana tercatat dalam tradisi lisan bahwa "nasib sejati ada di tangan Tuhan".
Menggunakan Ramalan secara Bijak
Baca juga: 12 Nama Kucing Unik Terinspirasi Kuliner Khas Kalimantan Selatan, Mana Favoritmu?
Astrologi Banjar sebaiknya dipahami sebagai panduan, bukan kepastian mutlak. Beberapa prinsip yang bisa diterapkan:
Astrologi Banjar adalah bukti betapa budaya Nusantara mampu menyatukan sains, kepercayaan, dan tradisi. Meski tidak sepenuhnya ilmiah, sistem ini tetap hidup sebagai bagian dari identitas masyarakat Banjar. Bagi yang ingin mendalaminya, Kitab Tāj al-Mulk dan kajian babilangan bisa menjadi pintu masuk untuk memahami filosofi di baliknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Astrologi Dan Pengobatan Melayu Dalam Kitab Tāj Al-Mulk, Praktik Babilangan Pada Tradisi Basasuluh Suku Banjar, Ilmu Pal Ramalan Babilangan Suku Banjar (Naskah Lokal)