Makanan yang tampilannya persis dengan Puracit (Pinterest/Karya AQJ Chanel)
Jajanan pasar seperti klepon, serabi, atau lemper kini tak lagi sekadar dijajakan di gerobak kayu atau pasar tradisional. Camilan legendaris ini telah bertransformasi menjadi hidangan premium di kafe-kafe modern, memadukan cita rasa nostalgia dengan kemasan estetik yang Instagrammable. Lantas, apa yang mendorong fenomena ini, dan bagaimana pelaku kuliner memanfaatkannya?
Nostalgia dalam Kemasan Kekinian
Generasi milenial dan Gen Z kerap merindukan rasa otentik yang mengingatkan pada masa kecil, tetapi dengan sentuhan modern. Di kafe seperti Jajan Simanis di Senopati, lupis ketan atau bugis hitam disajikan di piring keramik ala Eropa, ditemani kopi artisan sebuah kontras menarik antara tradisi dan tren kekinian. "Plating yang rapi dan suasana kafe yang cozy membuat pengalaman makan jajanan pasar terasa lebih spesial," tutur salah satu pengunjung.
Baca juga: 3 Jenis Sajian Kopi yang Menggugah Selera Khas Kalimantan Selatan!
Tak hanya soal rasa, estetika menjadi kunci. Seroja Bake di Pondok Indah misalnya, menghadirkan lemper tongkol atau risol jantung pisang dalam display kaca bak pastry mewah. Visual seperti ini mudah viral di media sosial, memperluas daya tarik jajanan pasar ke kalangan muda.
Dukungan Tren Global
Perubahan ini sejalan dengan laporan Unilever Food Solutions 2025 tentang tren Street Food Couture, di mana makanan jalanan diangkat ke level premium melalui teknik penyajian dan bahan berkualitas. "Masyarakat, terutama Gen Z, ingin menikmati street food dengan pengalaman yang lebih personal dan higienis," jelas Raditya Beer dari Unilever Food Solutions Indonesia.
Contohnya, For a Friend di Alam Sutera menyajikan pastel sayur atau nagasari dengan kopi dalam tumbler besar kombinasi casual yet chic yang cocok untuk kaum urban.
Dampak Lebih Luas
Pertama, pelestarian budaya dimana inovasi ini menjaga resep turun-temurun tetap relevan. Kedua, pemberdayaan UMKM karena banyak kafe bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk bahan seperti gula aren atau tepung beras. Ketiga, peluang ekspor dimana kemasan modern membuka pintu bagi jajanan pasar untuk go international, mirip seperti kesuksesan boba atau mochi.
Baca juga: Daftar Jajanan Unik yang Ternyata Lezat di Kalimantan Selatan
Transformasi jajanan pasar dari pinggir jalan ke meja kafe bukan sekadar tren, melainkan bukti adaptasi kuliner Nusantara di era modern. Dengan dukungan kreativitas dan strategi pemasaran yang tepat, camilan tradisional siap menjadi ikon gastronomi Indonesia yang mendunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IDN Times, Unilever Food Solution, Buzzwacket