Kabar gembira datang bagi dunia olahraga di Banua. Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) secara resmi telah ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan ke-XIII. Keputusan besar ini diambil setelah HSU dinyatakan lolos dan memenuhi seluruh persyaratan ketat dari hasil verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan.
Penunjukan resmi ini menandai awal dari perjalanan dan persiapan besar bagi Kabupaten HSU. Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Kota Bertakwa, HSU kini bersiap menyulap diri demi menyukseskan pesta olahraga multievent terbesar di tingkat provinsi yang dijadwalkan bakal bergulir pada tahun 2029 mendatang.
Komitmen Penuh Pemerintah Daerah Demi Suksesnya Porprov
Kepastian HSU sebagai pusat panggung olahraga Banua ini disambut baik oleh jajaran pemerintah daerah. Bupati HSU, H. Sahrujani, menegaskan kesiapan total kabupatennya untuk mengemban amanah besar ini. Pernyataan tersebut disampaikannya langsung usai menghadiri agenda Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Kalimantan Selatan yang berlangsung di Banjarmasin.
Menurut Bupati, rekomendasi dari tim verifikasi KONI Provinsi menjadi bukti otentik bahwa HSU memiliki potensi besar dan kelayakan struktur untuk menggelar event berskala makro. Pihak pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh tahapan persiapan agar gelaran ke-XIII ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kalimantan Selatan di kancah nasional.
Ogah Instan, HSU Pilih Fokus Bina Atlet Asli Daerah
Ada hal menarik sekaligus patut diapresiasi dari strategi yang diusung oleh Kabupaten HSU menyambut Porprov Kalsel XIII. Di saat banyak daerah kerap terjebak dalam ambisi menjadi juara umum dengan cara-cara instan, HSU justru memilih jalan yang berbeda dan lebih visioner.
Bupati HSU menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memasang target mati untuk keluar sebagai juara umum. Fokus utama pemerintah daerah beserta jajaran pencinta olahraga di HSU adalah melakukan pembinaan atlet lokal secara berkelanjutan dan terstruktur. Waktu persiapan yang membentang ke depan akan dimanfaatkan secara optimal untuk menggembleng kualitas fisik dan mental para atlet lokal.
Langkah berani juga diambil dengan komitmen untuk tidak menggunakan jasa atlet mutasi atau atlet dari luar daerah demi mengejar medali. Seluruh kontingen yang akan berlaga di bawah bendera HSU nantinya seratus persen diisi oleh putra-putri asli daerah. Melalui pola pembinaan mandiri ini, HSU ingin membuktikan bahwa prestasi sejati lahir dari proses kerja keras dan investasi jangka panjang pada pemuda daerah sendiri.
Rencana Besar Renovasi Infrastruktur dan Efek Domino Ekonomi
Guna menyelaraskan ambisi pembinaan atlet dengan standar fasilitas yang layak, Pemkab HSU bergerak cepat untuk meningkatkan kualitas seluruh sarana dan prasarana olahraga. Peningkatan ini didasarkan langsung pada catatan serta rekomendasi yang diberikan oleh tim verifikasi KONI Kalsel.
Pembenahan fasilitas olahraga ini ditargetkan rampung dalam dua tahun anggaran ke depan. Langkah strategis ini diambil agar HSU benar-benar siap saat hari H pelaksanaan tiba. Menariknya, pembenahan infrastruktur ini tidak hanya dipandang sebagai modal pelaksanaan kompetisi belaka, melainkan sebagai investasi aset daerah.
Pemerintah daerah meyakini bahwa kehadiran sarana olahraga yang representatif akan menciptakan multiplier effect atau efek domino yang luas bagi masyarakat. Selain mempercepat pembangunan fasilitas publik, perputaran ekonomi selama persiapan dan pelaksanaan Porprov Kalsel XIII diproyeksikan mampu mendongkrak sektor UMKM, perhotelan, hingga pariwisata lokal di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Dengan persiapan yang matang dan komitmen yang sehat terhadap pengembangan bakat lokal, Porprov Kalsel XIII 2029 di HSU diprediksi akan menjadi salah satu tonggak sejarah baru bagi kebangkitan olahraga di Kalimantan Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel