Senin, 18 MEI 2026 • 13:56 WIB

BBPOM Banjarbaru Gelar Aksi Nasional: Sinergi Kuat Cegah Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu di Kalsel

Author

BBPOM Banjarbaru Gelar Aksi Nasional: Sinergi Kuat Cegah Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu di Kalsel (mckalsel)

Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) masih menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan dan sosial di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru secara resmi menggelar Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat sistem pengawasan sekaligus mendongkrak kesadaran masyarakat mengenai bahaya nyata di balik konsumsi obat yang tidak sesuai aturan.

Kegiatan krusial yang berlangsung di Aula BBPOM Banjarbaru pada Senin (18/5/2026) ini dihadiri oleh berbagai elemen penting. Mulai dari jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga perwakilan komunitas masyarakat berkumpul dengan satu visi: memutus mata rantai peredaran obat ilegal dan penyalahgunaannya di Kalimantan Selatan.

Ancaman Nyata Bagi Generasi Muda
Plt Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap remeh. Penyalahgunaan obat-obatan tertentu berdampak langsung pada stabilitas kesehatan, keamanan, dan tatanan sosial masyarakat. Jika terus dibiarkan, dampaknya akan sangat fatal, terutama bagi kelompok usia produktif.

"Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor agar masyarakat semakin memahami bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu," ujar Ary Yustantiningsih.

Ary menambahkan bahwa konsumsi obat yang menyimpang dari ketentuan medis dapat memicu gangguan kesehatan kronis, ketergantungan fisik dan mental, hingga risiko kematian. Oleh karena itu, BBPOM di Banjarbaru berkomitmen penuh untuk mengencangkan sinergi bersama fasilitas pelayanan kesehatan dan aparat penegak hukum demi memperketat pengawasan jalur distribusi obat. Fokus utama gerakan ini diarahkan pada sektor hulu hingga hilir agar obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan tidak jatuh ke tangan yang salah.

 
Dukungan Penuh Pemprov Kalsel Demi Banua yang Aman
Langkah tegas BBPOM ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Mewakili pemerintah daerah, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Kalimantan Selatan, Adi Santoso, menyatakan bahwa penyalahgunaan OOT adalah ancaman serius yang membutuhkan penanganan kolektif. Efek domino dari masalah ini tidak hanya merugikan individu secara fisik, tetapi juga memicu gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat).

Menurut Adi, kunci utama dari keberhasilan menekan angka penyalahgunaan obat ini terletak pada peningkatan literasi masyarakat. Ketika masyarakat, khususnya orang tua dan remaja, memiliki pemahaman yang matang mengenai risiko obat-obatan, mereka akan menjadi benteng pertahanan pertama di lingkungan masing-masing.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan akan terus mengawal program sosialisasi ini secara masif di berbagai daerah. Melalui momentum Aksi Nasional ini, diharapkan tercipta pola pikir masyarakat yang lebih bijak, rasional, dan aman dalam menggunakan obat-obatan sesuai dengan petunjuk serta kebutuhan medis yang sah. Dengan kolaborasi yang solid, Kalimantan Selatan optimis mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan obat demi masa depan generasi penerus Banua yang lebih sehat dan berdaya saing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU