Sabtu, 26 JULI 2025 • 10:46 WIB

Hutan Rawa Kalimantan Selatan Dengan Potensi, Ancaman, dan Upaya Pelestarian

Author

Pemandangan alam yang indah (Pinterest/Kikiwsukaalam)

KALSEL - Kalimantan Selatan (Kalsel) dikenal dengan ekosistem lahan basah yang kaya, terutama hutan rawa gambut dan rawa air tawar. Kedua tipe hutan ini memiliki peran vital bagi lingkungan dan masyarakat, namun juga menghadapi berbagai ancaman serius. Artikel ini mengulas karakteristik, manfaat, tantangan, serta upaya pelestarian hutan rawa di Kalsel.  

Jenis dan Sebaran Hutan Rawa di Kalsel

Hutan rawa gambut di Kalsel tersebar di dataran rendah aluvial, terutama di wilayah Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, dan Barito Kuala. Luasnya bervariasi tergantung sumber data, mulai dari 102.903 hektar (menurut KLHK 2017) hingga 235.561 hektar berdasarkan analisis lapangan .  

Baca juga: Berjulukan Atap Kalimantan Selatan, Inilah Fakta Singkat Gunung Halau-halau!

Sementara itu, hutan rawa air tawar banyak ditemui di cekungan dataran rendah yang tergenang, seperti pesisir Pantai Selatan dan muara sungai. Contoh nyata adalah Taman Wisata Alam (TWA) Pelaihari, yang memiliki ekosistem rawa air tawar dengan vegetasi khas seperti Melaleuca dan Vitex.  

Potensi Ekologis dan Ekonomi

Hutan rawa Kalsel memiliki keanekaragaman hayati tinggi, menjadi habitat bagi bekantan (Nasalis larvatus), burung air, serta ikan endemik seperti haruan (gabus), sepat, dan patin. Selain itu, rawa gambut berfungsi sebagai penyimpan karbon dan pengatur tata air, mencegah banjir sekaligus menjaga ketersediaan air di musim kemarau .  

Masyarakat lokal memanfaatkan hutan rawa untuk pertanian, perikanan, dan kerajinan. Di Nagara (HSS), lahan gambut digunakan untuk menanam semangka, ubi gumbili, dan kacang. Sementara itu, rumput purun diolah menjadi anyaman tikar dan tas. Kerbau rawa juga menjadi komoditas penting, karena mampu beradaptasi dengan lingkungan basah .  

Ekowisata mulai dikembangkan, seperti di Hutan Lindung Liang Anggang (Banjarbaru) dan Susur Awang Rawa Gambut Pulantani (HSS). Destinasi ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi .  

Ancaman terhadap Kelestarian Hutan Rawa

Meski memiliki banyak manfaat, hutan rawa Kalsel menghadapi ancaman serius:  

1. Konversi Lahan untuk Perkebunan
   Ekspansi perkebunan kelapa sawit dan karet menggerus lahan gambut. Data Walhi menunjukkan bahwa kebakaran hutan di Tapin dan HSS banyak terjadi di area konsesi sawit .  

2. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
   Rawa gambut sangat rentan terbakar saat musim kemarau. Kebakaran tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer .  

3. Degradasi Akibat Aktivitas Manusia
   Drainase untuk pertanian, penebangan liar, dan pertambangan mempercepat kerusakan ekosistem. Contohnya, rencana pertambangan batubara di Tabalong sempat mengancam kawasan penyangga hidrologi .  

Baca juga: Tips Menghadapi Musim Kemarau Panas di Kalimantan Selatan

Upaya Pelestarian dan Peran Kearifan Lokal

Masyarakat Banjar telah lama mengelola rawa gambut dengan kearifan lokal, seperti sistem pertanian adaptif dan pemanfaatan sumber daya berkelanjutan. Pemerintah juga berupaya melakukan restorasi melalui pembangunan sekat kanal dan sumur bor untuk menjaga kelembaban gambut .  

Selain itu, penguatan regulasi dan penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan diperlukan agar hutan rawa tetap lestari untuk generasi mendatang.  

Hutan rawa Kalsel adalah aset berharga yang mendukung kehidupan ekologis dan ekonomi masyarakat. Namun, ancaman seperti alih fungsi lahan, kebakaran, dan degradasi harus diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait. Dengan menggali kearifan lokal dan inovasi konservasi, kelestarian hutan rawa dapat terjaga.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pantau Gambut, Walhi & Mongabay, TRGD Kalsel (2018)

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU