Pelaksanaan puncak ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M terus menunjukkan progres yang positif. Hingga Kamis (28/5/2026), petugas haji Indonesia masih memberikan pengawalan ketat dan fokus melakukan pendampingan kepada jemaah di kawasan Jamarat. Pendampingan intensif ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan lempar jumrah selama hari tasyrik berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, mengungkapkan bahwa arus pergerakan jemaah haji selama fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) sejauh ini berlangsung dengan sangat lancar. Meskipun jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia memadati kawasan Mina, manajemen pergerakan jemaah asal Indonesia dapat dikendalikan dengan baik.
Fokus Keamanan Jemaah di Kawasan Jamarat
Saat ini, konsentrasi utama seluruh petugas di lapangan adalah mengatur mobilitas jemaah di Mina. Mengingat padatnya aktivitas selama hari tasyrik, petugas bertugas memastikan jemaah dapat menjalani ritual lempar jumrah tanpa kendala fisik yang berarti.
Petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), hingga tim kesehatan terus bersiaga penuh di titik-titik krusial. Prioritas utama pendampingan diberikan kepada jemaah lansia (lanjut usia) serta jemaah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau risiko tinggi.
Eddy Khairani terus mengimbau agar para jemaah tidak memaksakan diri dan selalu mengutamakan keselamatan. Faktor kebersamaan dalam regu serta rombongan menjadi kunci utama agar tidak ada jemaah yang terpisah di tengah lautan manusia di Mina.
Apresiasi untuk Sinergi Petugas Lapangan
Kelancaran fase krusial ini tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras para petugas yang bersiaga tanpa mengenal waktu. Sinergi yang solid antara pembimbing ibadah, tenaga medis, dan petugas sektor menjadi faktor penentu optimalnya pelayanan ibadah haji tahun ini. Kekompakan seluruh elemen petugas lapangan ini mendapat apresiasi besar karena mampu menjaga situasi tetap kondusif dan terkendali.
Persiapan Kloter Pertama Kembali ke Mekkah
Seiring dengan berakhirnya fase Mina, persiapan untuk pemulangan jemaah juga mulai diatur sejak dini. Kloter pertama dari Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan akan segera bergerak kembali menuju Mekkah setelah seluruh rangkaian wajib di Mina selesai dilaksanakan.
Kembalinya jemaah ke Mekkah merupakan tahapan krusial berikutnya. Di Mekkah, jemaah haji akan menyelesaikan rukun haji yang tersisa, seperti tawaf ifadah, serta mulai melakukan persiapan administrasi untuk kepulangan ke Tanah Air. Petugas akan terus memantau perkembangan informasi demi memastikan pergeseran jemaah dari Mina ke Mekkah berjalan sesuai jadwal.
Sebagai informasi, jemaah haji yang berada di bawah naungan Embarkasi Banjarmasin—meliputi wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah—sebelumnya telah sukses menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga rangkaian lempar jumrah di Mina yang menjadi inti dari ibadah haji.
Hingga saat ini, kondisi kesehatan dan keamanan jemaah Embarkasi Banjarmasin secara umum dilaporkan aman dan terkendali. Diharapkan seluruh jemaah dapat mempertahankan kondisi fisiknya hingga kembali ke Indonesia dan meraih predikat haji yang mabrur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/