Selamat datang di Banjarmasin, Kota Seribu Sungai, sebuah destinasi yang kaya akan budaya sungai dan keindahan alam khas Kalimantan. Di tengah hiruk pikuk kota yang selalu basah ini, berdiri megah sebuah monumen yang tak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga simbol konservasi dan kebanggaan lokal: Patung Bekantan. Patung raksasa ini, yang didirikan dengan material perunggu yang kokoh dan artistik, telah menjelma menjadi landmark paling ikonik di Kalimantan Selatan dan menjadi kata kunci wajib bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik di Borneo.
Patung Bekantan menempati lokasi strategis di Siring Sungai Martapura, Jalan Piere Tendean, sebuah lokasi yang sempurna untuk menikmati denyut nadi kota. Ukurannya yang monumental, dengan tinggi sekitar 6,5 meter dan berat mencapai 7 ton, menjadikannya objek yang langsung menarik perhatian. Posturnya yang sedang duduk santai sambil membawa seikat buah rambai – makanan favorit Bekantan di alam liar – serta gesture menggaruk kepala yang khas, memberikan sentuhan realisme sekaligus humor. Namun, daya tarik utamanya bukan hanya pada ukuran dan pose, melainkan pada filosofi di baliknya.
Bekantan (Nasalis larvatus), atau monyet hidung panjang, adalah primata endemik Pulau Borneo yang statusnya kini terancam punah. Dengan menjadikannya sebagai maskot kota yang diwujudkan dalam bentuk patung raksasa, Pemerintah Kota Banjarmasin mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya pelestarian satwa liar khas Kalimantan. Patung ini bukan sekadar pajangan, melainkan pengingat visual akan kekayaan biodiversitas yang harus dijaga. Ini adalah bentuk komitmen nyata dalam mengangkat isu konservasi ke permukaan pariwisata, menjadikannya sebuah landmark yang memiliki nilai edukasi dan sosial yang tinggi.
Pengerjaan Patung Bekantan ini sendiri merupakan sebuah proyek seni yang ambisius. Diresmikan pada tahun 2015, patung ini dibuat oleh Studio Patung Suwarto di Yogyakarta dan menelan biaya sekitar Rp2,6 miliar. Material perunggu dipilih untuk menjamin ketahanan patung terhadap cuaca tropis Banjarmasin dan memberikan kesan kemegahan yang abadi. Patung ini juga didesain dengan konsep pancuran air yang keluar dari mulut Bekantan ke arah Sungai Martapura, mirip dengan konsep Patung Merlion di Singapura. Meskipun terkadang mekanisme penyemburan air ini mengalami kendala teknis, kehadirannya tetap menambah semarak suasana siring sungai. Pengunjung seringkali berfoto dengan pose unik, seolah-olah sedang "minum" air dari pancuran sang primata raksasa ini, menciptakan momen yang Instagramable dan tak terlupakan.
Aktivitas di sekitar Patung Bekantan berdenyut sepanjang hari, terutama saat matahari terbenam. Pada malam hari, patung ini bermandikan cahaya lampu warna-warni yang memantul indah, mengubah suasana siring sungai menjadi destinasi wisata malam yang romantis dan ramai. Area sekitarnya menjadi pusat keramaian, di mana warga lokal dan wisatawan berkumpul untuk bersantai, berolahraga, atau menikmati jajanan khas Banjarmasin. Patung ini menjadi titik temu utama bagi para pelancong yang ingin melakukan wisata susur sungai dengan perahu kelotok, mengunjungi Pasar Terapung, atau sekadar menikmati panorama kota dari tepi sungai.
Patung Bekantan telah sukses menjalankan fungsinya sebagai ikon pariwisata. Tidak hanya meningkatkan citra kota di mata domestik dan internasional, tetapi juga mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Banjarmasin. Bagi banyak orang, berfoto di depan Patung Bekantan adalah bukti tak terbantahkan bahwa mereka telah menginjakkan kaki di Banjarmasin, sama pentingnya dengan mengunjungi Candi Borobudur di Jawa atau Monumen Nasional (Monas) di Jakarta. Patung ini adalah perwujudan sempurna dari identitas kota yang unik, memadukan keindahan seni, kekayaan alam, dan semangat konservasi.
Jika Anda berencana menjelajahi pesona Kalimantan Selatan, pastikan untuk memasukkan kunjungan ke Patung Bekantan dalam daftar perjalanan Anda. Monumen ini menawarkan lebih dari sekadar spot foto; ia menawarkan kisah tentang kebanggaan daerah, upaya pelestarian lingkungan, dan keindahan abadi seni perunggu. Kunjungi Patung Bekantan di malam hari dan saksikan keindahan kota Banjarmasin yang indah dengan atmosfernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber