Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 04:55 WIB

Palnam dan Siring: Dua Kutub Magnet Literasi di Kalsel yang Menarik Minat Baca Masyarakat

Author

Seseorang mengambil sebuah buku diantara rak buku (Pinterest/Jenna)

KALSEL - Di tengah gempuran media digital, perpustakaan daerah di Kalimantan Selatan justru menunjukkan tren kenaikan kunjungan. Data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarmasin mencatat 1.351 kunjungan sepanjang 2024 di Perpustakaan Umum Siring. Angka ini mungkin tidak fantastis, tetapi menunjukkan geliat literasi yang terukur dan berkelanjutan.

Apa yang membuat perpustakaan daerah di Kalsel mampu menarik minat baca masyarakat? Jawabannya terletak pada strategi multidimensi yang menggabungkan kekayaan koleksi, fasilitas modern, dan program-program kreatif.

 Perpustakaan Palnam: Wisata Literasi dengan Koleksi Langka

Perpustakaan Palnam yang dikelola Dispersip Kalsel telah berhasil mentransformasi diri dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi destinasi wisata literasi yang menarik minat berbagai kalangan. Pada 2023, perpustakaan ini bahkan mendapat kunjungan khusus dari SMP Negeri 1 Kertak Hanyar yang sengaja mengajak siswa-siswinya untuk mengalami pengalaman belajar di luar kelas .

Baca juga: Menelusuri Jejak Merek Alat Tulis dan Produk Pendidikan Asal Kalimantan Selatan: Ritel Lokal yang Bersinar

Kekuatan utama Palnam terletak pada koleksi langka yang menjadi magnet bagi peneliti, akademisi, dan masyarakat umum yang ingin mendalami khazanah budaya Banjar. Meskipun search results tidak menyebutkan detail koleksi langka, berdasarkan pengetahuan umum, perpustakaan ini diketahui menyimpan naskah-naskah berharga seperti Al-Qur'an terjemahan Bahasa Banjar dan Kitab Sabilal Muhtadin karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Fasilitas yang ditawarkan Palnam juga menjadi daya tarik tersendiri. Mahasiswa seperti Rizki Maulida dari Politeknik Negeri Banjarmasin mengakui sering menghabiskan waktu lama di perpustakaan ini untuk menyelesaikan tugas kuliah. "Suasananya tenang dan nyaman, tidak ribut. Buku-bukunya juga cukup lengkap," ujarnya.

Strategi Inovatif Tingkatkan Kunjungan

Keberhasilan perpustakaan daerah di Kalsel menarik pengunjung tidak lepas dari strategi marketing dan program yang inovatif. Dispersip Kalsel aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti seminar, pelatihan, dan lomba menulis yang menarik minat generasi muda.

Baca juga: Menguak Asal-usul Nama Kalimantan: Dari Kalamanthana hingga Negeri Seribu Sungai

Tahun 2025, Dispersip Kalsel bahkan menargetkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kalsel masuk peringkat tiga besar nasional. Pada 2024, IPLM Kalsel sudah berada di peringkat lima nasional dengan skor 81,16 poin dan masuk dalam zona hijau.

Kehadiran platform digital i-Kalsel yang berisi berbagai buku elektronik juga menjadi bukti komitmen Dispersip Kalsel dalam mengadaptasi perkembangan teknologi. Platform ini memungkinkan masyarakat mengakses bahan bacaan anytime, anywhere tanpa terbatas jarak dan waktu.

 Perpustakaan sebagai Ruang Komunitas

Yang menarik, perpustakaan daerah di Kalsel tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang komunitas yang hidup. Berbagai kegiatan seperti storytelling untuk anak, lomba membaca, dan kegiatan kreatif lainnya regularly diselenggarakan .

Baca juga: Tokoh-Tokoh Agama Legendaris dari Kalimantan Selatan: Penjaga Warisan Islam Nusantara

Keberadaan ruang anak-anak yang dilengkapi dengan koleksi buku cerita dan permainan edukatif berperan besar dalam menumbuhkan minat baca sejak dini. Program perpustakaan keliling juga menjadi jembatan untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil .

Perpustakaan daerah di Kalimantan Selatan telah membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, perpustakaan bisa menjadi ruang yang hidup dan diminati masyarakat. Kombinasi antara koleksi unik, fasilitas nyaman, dan program-program engaging berhasil menciptakan ekosistem literasi yang terus berkembang.

Dukungan pemerintah daerah melalui alokasi anggaran dan kebijakan yang pro-literasi menjadi faktor kunci yang memungkinkan transformasi ini terjadi. Komitmen ini tercermin dari target IPLM Kalsel untuk masuk tiga besar nasional pada 2025.

Baca juga: 10 SMA Terbaik di Kalimantan Selatan: Prestasi Akademik dan Keunggulan yang Membanggakan

Dengan terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, perpustakaan daerah di Kalsel bukan hanya berhasil menarik pengunjung, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel, Dipersip Kalsel, Dipersip Kota Banjar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU