orang sedang berenang (Pinterest/Freepik)
KALSEL - Di balik gemerlap prestasi olahraga Indonesia, terdapat cerita tentang atlet-atlet daerah yang konsisten mengharumkan nama bangsa. Dari Kalimantan Selatan, tiga nama menonjol: seorang pegulat tangguh, perenang difabel penuh inspirasi, dan striker sepakbola yang dikagumi.
Mereka adalah bukti bahwa pembinaan olahraga di daerah mampu melahirkan bintang-bintang berkaliber nasional bahkan internasional.
Lahir di Rantau, Tapin, pada 26 November 1987, Fahriansyah telah menjadi ikon gulat Indonesia selama hampir dua dekade. Atlet yang mengawali karier di usia 15 tahun ini dikenal sebagai spesialis nomor gaya bebas, dengan kemampuan adaptasi luar biasa di berbagai kelas berat—dari 74 kg hingga 86 kg .
Prestasinya mencengangkan: 4 medali SEA Games (3 emas, 1 perak) yang diraih secara konsisten dari 2007 hingga 2013, plus beberapa medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) . Bahkan pada 2025, di usia yang tak lagi muda, ia masih dipercaya mewakili Indonesia di kejuaraan internasional di Yordania pada kelas 76 kg.
Baca juga: Tiga Harta Karun Khas Kalimantan Selatan yang Mendunia namun Langka di Luar Negeri
Yang membuatnya istimewa adalah konsistensi dan dedikasinya. Setelah mengalami cedera dan harus puas dengan perak di SEA Games 2011, ia bangkit dan kembali mempersembahkan emas pada 2013 . Fahriansyah adalah bukti nyata bahwa atlet daerah bisa menjadi aset berharga bagi nation-building melalui olahraga.
Berasal dari Balangan, Ahmad Rijali adalah simbol ketekunan dan kegigihan. Lahir dengan disabilitas kaki, ia tidak menyerah pada keadaan. Berkat bakat dan kerja kerasnya, ia berhasil menjadi perenang andalan Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI).
Prestasinya di ajang regional dan nasional sangat membanggakan. Ia berhasil meraih medali perak dan perunggu di ASEAN Para Games serta memecahkan rekor nasional pada nomor gaya punggung di Peparnas. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi banyak atlet difabel dari daerah non-Jawa, menunjukkan bahwa akses dan peluang bisa diraih melalui dedikasi tinggi.
Baca juga: Menguak Asal-usul Nama Kalimantan: Dari Kalamanthana hingga Negeri Seribu Sungai
Syaifullah Nazar, yang lahir di Martapura pada 15 Mei 1983, adalah legenda hidup sepakbola Kalsel. Sebagai striker, ia dikenal tajam di depan gawang dan pernah menjadi top scorer di level domestik. Ia adalah pemain kunci yang membantu PS Barito Putera meraih promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Setelah pensiun, ia tidak meninggalkan dunia olahraga. Ia kini aktif membina generasi muda melalui sekolah sepakbola (SSB), menjadikannya figur yang terus memberi dampak berkelanjutan bagi perkembangan sepakbola daerah.
Ketiga atlet ini mewakili wajah olahraga Kalsel yang multidimensi:
Baca juga: 10 SMA Terbaik di Kalimantan Selatan: Prestasi Akademik dan Keunggulan yang Membanggakan
Mereka adalah bukti bahwa dukungan pembinaan olahraga di daerah mampu menciptakan ekosistem yang melahirkan atlet berkelas. Prestasi mereka tidak hanya membanggakan Kalsel, tetapi juga menginspirasi Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News, Diskominfo Kalsel, Wikipedia