KALSEL - Di jantung Kalimantan Selatan, gerakan perempuan untuk perempuan sedang tumbuh subur. Dipimpin oleh figur inspiratif dan didukung oleh kreator digital yang penuh energi, mereka membangun jaring pengaruh yang nyata—bukan sekadar jumlah pengikut, tetapi dampak yang mengubah hidup.
Raudatul Jannah: Kekuatan Kebijakan dari Dalam Sistem
Raudatul Jannah bukan sekadar nama. Ia adalah bukti bagaimana peran strategis dalam pemerintahan dapat menjadi katalis bagi perubahan. Sebagai Ketua TP PKK Kalsel, ia menerjemahkan kebijakan menjadi program yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan, seperti inisiatif “8.000 HPK” yang fokus pada intervensi kesehatan untuk remaja putri dan calon ibu guna menekan angka stunting
Pengakuan nasional datang melalui penghargaan “Tokoh Perempuan Kreatif dan Berpengaruh” pada ajang IDeaward 2024 yang diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas kinerjanya, tetapi juga bukti bahwa suara perempuan Banua didengar di tingkat nasional.
Baca juga: Menguak Asal-usul Nama Kalimantan: Dari Kalamanthana hingga Negeri Seribu Sungai
Komitmennya melampaui kesehatan. Ia aktif menggalakkan Revolusi Hijau, mengajak perempuan menjadi agen perubahan lingkungan dengan menanam pohon dan menjaga kelestarian alam. “Perempuan memiliki peran besar dalam kelestarian lingkungan,” ujarnya dalam suatu kesempatan .
Influencer Digital: Suara Generasi Baru yang Menyebarkan Dampak
Sementara Raudatul Jannah bekerja melalui jalur formal, para influencer digital seperti Rizka Amelya (@rizkaamelya_) menjangkau audiens dengan cara yang berbeda. Muncul dalam direktori influencer lokal seperti Allstars, ia adalah salah satu contoh kreator yang memiliki engagement tinggi dan audiens yang loyal.
Kontennya tidak hanya tentang gaya hidup atau kecantikan, tetapi juga menjadi corong bagi UMKM lokal yang dimiliki oleh perempuan. Dari promo produk kuliner khas Banjar hingga tutorial usaha rumahan, ia membuka akses pasar dan inspirasi bagi banyak perempuan untuk mandiri secara ekonomi.
Baca juga: Tokoh-Tokoh Agama Legendaris dari Kalimantan Selatan: Penjaga Warisan Islam Nusantara
Model Kolaborasi: Ketika Otoritas Bertemu Energi Digital
Kombinasi antara kekuatan kebijakan seperti Raudatul Jannah dan jangkauan digital influencer seperti Rizka Amelya menciptakan sinergi yang powerful. Yang satu memberikan kredibilitas dan skalabilitas program, sementara yang lain menyuntikkan energi kreatif dan pendekatan yang relatable bagi generasi muda.
Ini adalah model pemberdayaan yang patut dicontoh: kebijakan yang inklusif dikomunikasikan dengan bahasa yang menyentuh hati.
Masa Depan Pemberdayaan Perempuan Kalsel
Potensi ini masih dapat dikembangkan lebih jauh. Dengan memanfaatkan data metrik dari platform seperti Allstars atau Modash, para influencer yang paling impactful dapat diidentifikasi dan diajak berkolaborasi dalam program-program yang lebih terarah .
Baca juga: Sungai, Balogo, dan Pengajian: Mengenal 6 Tipe Pertemanan Anak Banjar Zaman Dahulu
Selain itu, dokumentasi cerita sukses—baik dari sisi kebijakan maupun UMKM—akan menjadi bahan inspirasi yang berharga bagi perempuan lain di Kalimantan Selatan dan beyond.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kompas, Allstars.id, Liputan6.com