Seorang pria memakai jam tangan hitam (Pinterest/NAAZ)
KALSEL - Dalam dunia fashion, jam tangan sering kali dipandang sebagai aksesori pelengkap. Namun, tahukah Anda bahwa benda kecil di pergelangan tangan ini mampu memancarkan "aura" yang kuat dan mengubah cara orang memandang Anda? Berbagai penelitian ilmiah mengungkap bahwa jam tangan bukan hanya soal gaya, melainkan juga sinyal kepribadian, status, dan kompetensi yang ditangkap oleh otak dalam hitungan detik.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PeerJ menyatakan bahwa orang yang rutin memakai jam tangan standar menunjukkan tingkat konsientiusness (sifat berhati-hati dan terorganisir) yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak.
Studi ini melibatkan lebih dari 600 partisipan dan menemukan bahwa pemakai jam tangan cenderung lebih disiplin, dapat diandalkan, dan punya komitmen terhadap waktu. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat-sifat ini sering diterjemahkan sebagai "aura keteraturan" atau "kewibawaan" yang secara tidak sadar memengaruhi penilaian orang lain.
Baca juga: Kain Sasirangan: Inspirasi DIY untuk Barang Unik Khas Banjar dengan Nilai Budaya
Aksesori seperti jam tangan berfungsi sebagai visual cue yang digunakan otak untuk membuat inferensi cepat tentang kepribadian seseorang. Dalam proses yang disebut person perception, otak mengolah informasi dari pakaian dan aksesori untuk menebak usia, status, hingga kompetensi.
Jam tangan, yang terletak di pergelangan tangan dan sering terlihat saat berjabat tangan atau melakukan gestur, menjadi sumber sinyal yang efisien. Desain, bahan, dan kondisi jam tangan turut menentukan apakah seseorang dianggap profesional, ceroboh, atau bahkan berstatus sosial tinggi.
Jam tangan mewah atau bermerek tidak hanya menandai selera, tetapi juga status ekonomi dan akses ke jaringan tertentu. Laporan dari media populer menyoroti dualitas efeknya: di lingkungan profesional, jam mewah dapat meningkatkan kewibawaan dan peluang bisnis. Namun, dalam konteks sosial yang lebih santai, sinyal status yang terlalu mencolok justru berisiko menciptakan jarak atau kesan negatif. Misalnya, jam tangan merek seperti Rolex atau Bvlgari sering dikaitkan dengan kelas dan keanggunan, tetapi juga bisa dianggap berlebihan jika tidak sesuai konteks.
Baca juga: Viral Anak Temukan Jam Tangan Mewah Rp11 Miliar, Dikembalikan Lewat Ketua RT
Berdasarkan temuan penelitian, berikut tips memilih jam tangan untuk memperkuat "aura" yang diinginkan:
1. Sesuaikan dengan Konteks:
Untuk setting profesional, pilih jam klasik dengan desain bersih dan kondisi terawat. Untuk aktivitas santai, jam sport atau casual bisa menjadi pilihan.
2. Perhatikan Merek dan Logo:
Logo besar menandakan status yang kuat. Gunakan dengan bijak dalam situasi yang tepat.
3. Jaga Kebersihan dan Kondisi:
Jam yang terawat mencerminkan kepribadian yang terorganisir dan detail.
4. Padukan dengan Outfit dan Gaya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ellis, D., & Jenkins, R. (2015). Watch-wearing As A Marker Of Conscientiousness. PeerJ., Penelitian Tentang Dress And Person Perception Dalam Konteks Aksesori Jam Tangan., Laporan Media Tentang Jam Tangan Sebagai Simbol Status (Bvlgari, Rolex, Tissot).