Sambal adalah jiwa dalam kuliner Indonesia, dan setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri. Di Kalimantan Selatan, khususnya dalam budaya Banjar, sambal bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen penting yang memperkaya cita rasa hidangan. Dari yang mentah hingga dimasak, sambal khas Banjar menawarkan kombinasi unik antara pedas, asam, dan gurih. Berikut tiga varian sambal Banjar yang paling populer, lengkap dengan bahan dan cara penyajiannya.
1. Sambal Acan: Perpaduan Gurih Terasi dan Segar Buah
Sambal Acan adalah salah satu sambal khas Banjar yang paling terkenal. Dinamakan "acan" karena menggunakan terasi bakar sebagai bahan utamanya, sambal ini juga memadukan rasa asam dari buah-buahan lokal seperti mangga muda dan jeruk limau.
Bahan Utama:
- Terasi bakar
- Cabai rawit dan cabai merah besar
- Bawang merah dan bawang putih
- Mangga muda atau belimbing wuluh
- Perasan jeruk limau
Cara Penyajian:
Semua bahan diulek kasar sehingga teksturnya mirip salsa. Sambal ini biasanya disajikan mentah sebagai pendamping ikan bakar, ayam goreng, atau nasi kuning. Keunikannya terletak pada perpaduan aroma gurih terasi dengan kesegaran buah tropis yang menyeimbangkan rasa pedas.
Baca juga: Pedas Khasnya Sambal Acan Banjar! Berani Coba?
2. Sambal Habang: Manis-Pedas dengan Warna Merah Menyala
"Habang" dalam bahasa Banjar berarti merah, dan sambal ini memang didominasi warna merah pekat dari cabai kering. Berbeda dengan Sambal Acan yang mentah, Sambal Habang dimasak hingga bumbunya meresap sempurna.
Bahan Utama:
- Cabai merah kering
- Bawang merah dan bawang putih
- Gula merah
- (Opsional) Ikan haruan (gabus) untuk tambahan gurih
Cara Penyajian:
Bumbu ditumis hingga harum, lalu dimasak dengan gula merah hingga mengental. Rasanya manis-pedas dengan aroma yang menggoda. Sambal ini cocok disajikan dengan lontong, soto Banjar, atau nasi putih hangat.
3. Sambal Palui: Pedas Segar dengan Sentuhan Jeruk Limau
Jika menyukai sambal mentah dengan tekstur kasar, Sambal Palui adalah pilihan tepat. Mirip seperti sambal dabu-dabu, sambal ini menonjolkan kesegaran dari tomat dan jeruk limau.
Bahan Utama:
- Cabai rawit
- Tomat segar
- Bawang merah dan bawang putih
- Jeruk limau
Cara Penyajian:
Bahan diulek kasar agar tetap terasa teksturnya. Sambal Palui paling cocok disajikan dengan ikan bakar atau hidangan laut lainnya, memberikan sensasi pedas segar yang menggugah selera.
Baca juga: 5 Makanan dan Kue Khas Kalimantan Selatan yang Wajib Dicoba!
Ketiga sambal ini - Acan, Habang, dan Palui - mewakili kekayaan kuliner Banjar. Dari gurihnya terasi, manisnya gula merah, hingga segarnya jeruk limau, setiap varian menawarkan pengalaman rasa yang berbeda. Bagi pecinta kuliner, mencoba sambal-sambal ini adalah cara terbaik untuk mengeksplorasi cita rasa autentik Kalimantan Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, IDN Times