Selasa, 29 JULI 2025 • 23:28 WIB

Aksesoris Orang Banjar yang Siap Mencuri Perhatian di Fashion Show

Author

Mahkota adat Banjar (Dok. Ilustrasi AI)

KALSEL – Di tengah maraknya eksplorasi budaya dalam dunia fashion, aksesoris tradisional Banjar dari Kalimantan Selatan layak menjadi sorotan. Tidak sekadar pelengkap busana adat, perhiasan dan hiasan khas Banjar ini memiliki detail artistik serta makna mendalam yang bisa diadaptasi ke dalam gaya kontemporer. Berikut ulasan lengkapnya, berdasarkan riset dari sumber terpercaya.  

Mahkota Amar: Mahkota Megah Bernuansa Royal

Mahkota Amar, atau Amar Bagajah Gamuling Baular Lulut, adalah mahkota pengantin Banjar yang terbuat dari emas atau logam berlapis emas. Desainnya yang rumit dengan ornamen floral dan geometris melambangkan status bangsawan serta kekuatan perempuan Banjar. Dalam konteks fashion modern, mahkota ini bisa menjadi statement piece ala haute couture—cocok dipadukan dengan gown panjang atau bahkan streetwear yang berani.  

Baca juga: Tari Radap Rahayu Jadi Simbol Keselamatan dan Keindahan Budaya Banjar

Kembang Goyang: Gerakan yang Memesona 

Aksesoris rambut ini terdiri dari rangkaian bunga melati atau mawar dari logam yang bergoyang saat pemakainya berjalan. Efek dinamisnya sangat sesuai untuk panggung runway, menciptakan kesan glamor dan hidup. Kembang Goyang bisa diinterpretasi ulang sebagai hair jewelry dalam koleksi ready-to-wear atau bridal fashion.  

Pending Gula Kelapa: Gesper Sabuk yang Jadi Focal Point

Pending Gula Kelapa adalah gesper besar bermotif gula kelapa, biasanya dipakai pengantin Banjar sebagai hiasan sabuk. Bentuknya yang unik dan detailnya yang rumit menginspirasi desain obi belt modern—sempurna untuk memperkuat siluet waistline pada gaun atau jas.  

Laung Tajak Siak: Sentuhan Futuristik dari Topi Tradisional 

Topi segitiga khas pria Banjar ini bisa diolah menjadi headpiece geometris bernuansa futuristik. Dipadukan dengan streetwear monokrom, Laung Tajak Siak memberi sentuhan etnik yang tak terduga.  

Styling Tips: Tradisi Meets Modern
- Layering Kalung Samban & Cekak: Kalung berlapis tiga ini bisa dipakai dengan off-shoulder dress atau turtleneck untuk kontras yang menarik.  
- Halilipan sebagai Cape Avant-Garde: Anyaman daun kelapa yang awalnya fungsional kini bisa jadi cape unik untuk tampilan edgy.  
- Sabuk Sasirangan: Kain Sasirangan bermotif ombak bisa dijadikan belt atau headband untuk aksen warna cerah. 

Baca juga: Gaya Outfit Harian Banjar Core: Memadukan Tradisi dan Modernitas

Potensi di Panggung Global
Beberapa desainer lokal sudah mulai mengangkat unsur Banjar dalam karya mereka, seperti penggunaan motif Sasirangan di New York Fashion Week 2024. Ini membuktikan bahwa aksesoris Banjar bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga bahan baku kreatif bagi industri mode masa depan.  

Aksesoris Banjar menawarkan kekayaan visual dan narasi budaya yang tak ternilai. Manakah yang jadi favoritmu? Bagikan di kolom komentar!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Scribd.com, Unesa.ac.id, Koran Banjar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU