Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 29 JULI 2025 • 18:55 WIB

Kenangan Masa Kecil yang Hanya Dirasakan Anak Banjar

Kenangan Masa Kecil yang Hanya Dirasakan Anak BanjarPermainan Bagasing yang sekarang sudah jarang dimainkan anak - anak (Pinterest/febriani rr)

Bagi anak Banjar, masa kecil adalah mozaik indah yang terajut dari tradisi, kehangatan komunitas, dan keunikan budaya. Dari langgar yang riuh hingga tepian Sungai Martapura yang penuh petualangan, setiap momen meninggalkan jejak nostalgia yang sulit ditemukan di daerah lain. Berikut kenangan masa kecil yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang besar di tanah Banjar.  

1. Langgar: Tempat Ibadah sekaligus "Markas" Bermain
Langgar (musholla kecil) bagi anak Banjar bukan sekadar tempat salat. Sejak pagi, suara anak-anak mengaji, tertawa, atau berlarian di teras langgar sudah menjadi pemandangan biasa. Di sini, mereka belajar sholat berjamaah, menghafal ayat Al-Quran, atau ikut membaca syair Maulid Diba’ bersama tetangga.  

Yang membedakan adalah kebebasan anak-anak Banjar untuk bermain di langgar tanpa larangan ketat. Keakraban ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan keterikatan dengan tempat ibadah—sesuatu yang jarang ditemui di kota besar, di mana masjid cenderung lebih formal .  

2. Bapukung dan Baayun Anak: Ritual Pengantar Tidur yang Penuh Makna
Sebelum tidur, bayi Banjar dibedong tegak dalam *bapukung*—kain gendongan khas yang dipercaya melancarkan pencernaan dan pernapasan. Posisi ini memungkinkan bayi "mengintip" sekeliling sebelum terlelap.  

Baca juga: Tradisi Baayun Maulid Dari Akulturasi Budaya dan Islam dalam Doa untuk Generasi Penerus

Setelahnya, orang tua atau ulama akan menggelar baayun anak: membacakan ayat Quran dan salawat sambil mengayun bayi perlahan. Suara lantunan doa, gemerisik kain, dan desahan bayi menciptakan atmosfer tenang yang melekat dalam ingatan. Ritual ini bukan hanya tentang menidurkan anak, tetapi juga menanamkan nilai spiritual sejak dini .  

3. Syair Maulid: Panggung Kecil untuk Keberanian 
Bulan Rabiul Awal adalah momen spesial bagi anak Banjar. Mereka berkumpul di langgar untuk mendengar—atau bahkan ikut membacakan—syair Maulid Diba’ dan Barzanji. Tradisi ini mengajarkan sejarah Nabi Muhammad, sekaligus melatih kepercayaan diri tampil di depan umum.  

Bagi mereka, kenangan tentang aroma dupa, gemericik air wudhu, dan gema syair yang bergema di teras langgar adalah memori tak tergantikan. "Dulu, kami berebut jadi yang paling keras bacanya. Kalau salah, ditertawakan, tapi besoknya dicoba lagi," kenang seorang warga Banjar .  

4. Tepian Sungai Martapura: "Taman Bermain" Alami
Tanpa perlu wahana modern, anak Banjar menciptakan petualangan sendiri di tepian Sungai Martapura. Lompat batu ke sampan, menangkap ikan pakai kain, atau berteriak "ciee…!" sambil menyeberang rakit bambu—semua dilakukan bersama saudara dan tetangga. Aktivitas ini mengajarkan kemandirian, kerja sama, dan kecintaan pada alam.  

Baca juga: Rahasia Kenikmatan Amparan Tatak: Kudapan Manis Khas Banjar

5. Aroma Kuliner yang Melekat di Hati
Tak ada yang bisa menggantikan kenangan tentang aroma amparan pisang, bingka, atau ketupat kandangan di pasar pagi. *Food memory* membuktikan bahwa rasa dan bau tertentu mampu membangkitkan nostalgia kuat. Gigitan pisang matang yang manis atau pedasnya sambal tempoyak adalah "tanda tangan" budaya Banjar yang melekat seumur hidup .  

Kenangan masa kecil anak Banjar adalah perpaduan unik antara nilai religius, tradisi keluarga, dan kedekatan dengan alam. Dari langgar hingga sungai, setiap elemen membentuk identitas yang khas. Meski zaman berubah, ingatan tentang canda di teras langgar atau dinginnya air Martapura tetap hidup—menjadi cerita yang akan diturunkan ke generasi berikutnya.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Dengan Komunitas Banjar Di Martapura (2023), Kajian Tradisi Bapukung Oleh Lembaga Adat Banjar (2021), Catatan Lapangan Tentang Syiar Maulid Di Kalimantan Selatan (2022)

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenangan Masa Kecil yang Hanya Dirasakan Anak Banjar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!