Senin, 28 JULI 2025 • 21:38 WIB

Coba Dulu Baru Tahu, Makanan Banjar yang Underrated

Author

 Kue Bingka Basah khas Banjar yang temasuk ke dalam 41 Kue Tradisional Banjar (Pinterest/S Suryawan) 

Makanan khas Banjar sering kali tenggelam di antara kuliner populer Indonesia seperti rendang Padang atau soto Betawi. Padahal, hidangan dari Kalimantan Selatan ini menyimpan keunikan rasa dan cerita budaya yang jarang diketahui. Berikut beberapa makanan Banjar yang underrated, mulai dari yang hampir punah hingga yang hanya bisa dinikmati di musim tertentu.  

1. Nasi Gaul: Langka di Indonesia, Populer di Malaysia
Nasi Gaul adalah hidangan tradisional Banjar yang justru lebih dikenal di Malaysia, khususnya di Johor dan Selangor. Terbuat dari nasi basmati yang dimasak dengan kaldu ayam, hidangan ini disajikan dengan ayam atau daging sapi rebus serta acar Banjar (campuran mentimun, tomat, cabai, dan terasi bakar). Uniknya, Nasi Gaul kini sulit ditemukan di Banjarmasin sendiri, sementara di Malaysia masih dijual terbatas oleh pedagang seperti Haji Arbahai di Johor. Proses pembuatannya yang memakan waktu berjam-jam membuat hidangan ini semakin langka.  

Baca juga: Kuliner Unik Ini Hanya Ada di Kalimantan Selatan!

2. Sayur Kambang Tigarun: Lalapan Musiman yang Hampir Hilang
Sayur Kambang Tigarun adalah lalapan khas Banjar yang terbuat dari daun, batang, dan bunga tanaman tigarun. Rasanya pahit dengan aroma tajam, dan hanya bisa ditemukan saat musim tertentu. Sayur ini semakin sulit ditemui karena tidak banyak penjual yang menyediakannya. Bagi yang penasaran, beberapa warung di Banjarmasin masih menyajikannya sebagai pelengkap hidangan tradisional.  

3. Patin Baubar: Ikan Patin dengan Teknik Memasak Unik
Patin Baubar adalah hidangan ikan patin yang dibumbui lalu dipanggang di atas tempurung kelapa. Teknik ini menghasilkan aroma asap yang khas dan rasa gurih yang berbeda dari ikan bakar biasa. Hidangan ini biasanya disajikan dengan sambal acan dan dijual dengan harga terjangkau. Meski lezat, Patin Baubar jarang dikenal di luar Kalimantan Selatan karena proses pembuatannya yang tradisional.  

4. Mandai: Kulit Cempedak Fermentasi yang Asam-Gurih
Mandai terbuat dari kulit cempedak yang difermentasi, bukan buahnya. Setelah diawetkan, kulit ini digoreng atau diolah menjadi sambal. Teksturnya kenyal dengan rasa asam-gurih yang khas. Mandai adalah contoh makanan fermentasi tradisional Banjar yang masih bertahan, meski tidak banyak dikenal di luar daerah.

5. Laksa Banjar: Mi Santan Rempah yang Kurang Dikenal
Laksa Banjar berbeda dengan laksa Bogor atau Penang. Kuahnya terbuat dari santan kental dengan rempah kuat, disajikan dengan mi kenyal, telur, dan ayam. Meski rasanya kaya, hidangan ini masih kalah populer dibandingkan varian laksa lainnya.  

Baca juga: Bingka Banjar: Kue Legit dengan 10 Varian Rasa, dari Tradisional hingga Modern

6. Bingka Barandam: Kue Manis Legit Khas Ramadan
Bingka Barandam adalah kue tradisional Banjar yang disiram sirup gula. Teksturnya lembut dan manis, sering disajikan saat Ramadan atau acara adat. Sayangnya, kue ini jarang ditemui di luar Kalimantan Selatan.  

Makanan Banjar punya cita rasa unik dan cerita budaya yang menarik. Sayangnya, banyak yang mulai langka atau kurang dikenal. Jika berkunjung ke Banjarmasin, jangan lewatkan hidangan-hidangan ini!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Budayanesia, Wikipedia, DetikFood, ZonaMakan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU