Pulau Kalimantan merupakan salah satu paru paru dunia dengan hutan hujan tropis yang menyimpan keanekaragaman yang luar biasa termasuk keberadaan spesies hewan endemik yang hanya bisa ditemukan disana. Sayangnya, banyak dari mereka terancam punah akibat deforestasi, perburuan, dan perubahan iklim. Berikut beberapa hewan endemik Kalimantan yang menjadi bagian dari keragaman hayati di Indonesia
1. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
Orangutan Kalimantan memiliki ciri khas bantalan pipi yang lebar dan bulu berwarna lebih gelap dibandingkan saudaranya dari Sumatra. Mereka hidup di hutan hujan tropis dan memegang peran penting dalam regenerasi hutan melalui penyebaran biji buah. Namun, populasinya menurun drastis hingga hanya tersisa sekitar 55.000 ekor di alam liar akibat hilangnya habitat.
2. Bekantan (Nasalis larvatus)
Bekantan adalah monyet berhidung besar, terutama pada jantan, yang menjadi ikon Kalimantan Selatan, hidup di hutan bakau dan rawa gambut. Mereka termasuk ke dalam primata pemakan daun dengan sistem pencernaan khusus yang menjadi alasan mengapa perut mereka jadi besar. Sayangnya, populasinya turun 50% dalam 40 tahun terakhir, menyisakan sekitar 6.000 ekor.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Bekantan! Sang Maskot Kalimantan Selatan
3. Kucing Merah Kalimantan (Catopuma badia)
Adalah salah satu kucing liar paling langka di dunia dan hanya ada di Kalimantan. Setelah 20 tahun "menghilang", hewan ini akhirnya terekam kamera di Taman Nasional Kayan Mentarang pada 2023. Populasinya diperkirakan kurang dari 2.500 ekor.
4. Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)
Lumba-lumba air tawar ini hanya hidup di Sungai Mahakam dan danau sekitarnya. Populasinya kurang dari 100 ekor, menjadikannya salah satu mamalia air paling terancam di dunia.
5. Badak Borneo (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni)
Badak terkecil di dunia ini memiliki dua cula dan diperkirakan tinggal 30 ekor di alam liar. Mereka diburu karena culanya yang dianggap berkhasiat, meski tidak ada bukti ilmiahnya.
6. Burung Pegar Bulwer (Lophura bulweri)
Burung eksotis berbulu biru-metalik ini hanya hidup di hutan pegunungan Kalimantan khususnya pada ketinggian 300-1.500 meter. Jantannya punya ekor panjang untuk ritual tarian kawin. Statusnya termasuk Rentan (Vulnerable) karena perburuan dan pembalakan liar.
7. Lutung Miller (Presbytis canicrus)
Primata unik dengan warna kulit yang khas pada wajahnya ini hanya ada di Kalimantan Timur dan sempat diduga punah hingga terdeteksi kembali pada 2012. Statusnya Terancam Punah (Endangered) dengan populasi kuranf dari 2.500 ekor.
8. Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis)
Subspesies gajah Asia ini bertubuh lebih kecil dan hanya ditemukan di Kalimantan Utara dan Sabah. dengan populasinya ±1.000 ekor memiliki status Kritis (Critically Endangered) akibat konflik manusia-hewan.
Baca juga: Berjulukan Atap Kalimantan Selatan, Inilah Fakta Singkat Gunung Halau-halau!
9. Katak Kepala Pipih (Barbourula kalimantanensis)
Uniknya hewan endemik Kalimantan satu ini, adalah tidak memiliki paru-paru sehingga ia bernapas melalui kulitnya dan hanya ditemukan di sungai-sungai Kalimantan Barat dan terancam polusi tambang emas liar. Kita jarang menemui hewan endemik tersebut karena pada dasarnya jumlahnya yang sangat sedikit dan sulit ditemui karena hidup di habitat alami yang bersih atau belum kita jamah. bukan hanya sebagai penanda keanekaragaman yang terjaga mereka juga termasuk penanda lingkungan alam yang asri seperti Orangutan, Bekantan dan Lutung yang membantu penyebaran biji pohon hutan, Pesut Mahakam menjadi indikator kesehatan sungai, Predator seperti Kucing Merah yang membantu mengontrol populasi hewan kecil, mereka menjadi bagian penting dari ekosistem yang ada di hutan hujan tropis kita. Jadi jagalah alam Kalimantan agar dari generasi ke generasi masih bisa kita melihat hewan hewan endemik Kalimantan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: WWF Indonesia, IUCN Red List, Goodnewsfromindonesia.id, Birdlife International, Mongabay, AmphibiaWeb