Bekantan Jantan di Taman Nasional Kalimantan (Pinterest/Claire Clements)
KALSEL - Nasalis Larvatus atau yang lebih dikenal Bekatan merupakan primata endemik dengan ciri khas unik hidung besar yang dimilikinya dan termasuk ke dalam keluarga monyet dunia lama sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Sayangnya Bekantan sudah jarang ditemui karena populasinya yang menurun dratis dalam beberapa dekade terakhir akibat berkurangnya habitat alami dan sudah dikategorikan sebagai hewan yang terancam punah. Mengingat sebagai penerus bangsa kita juga harus membantu menjada dan melestarikan mari telusuri fakta menarik tentang Bekantan berikut ini!
1. Memiliki Hidung Panjang dan Perut Buncit
Bekantan jantan dikenal memiliki hidung panjang yang menggantung ke bawah sedangkan Bekantan betina memiliki hidung yang lebih kecil tetapi tidak sekecil monyet pada umumnya. Menurut penjelasan dari National Geographic Indonesia (2023), hidung ini berfungsi sebagai alat komunikasi dan penarik perhatian betina. Semakin panjang hidungnya, semakin nyaring suara dengusan yang dihasilkan serta menandakan dominasi dan status sosial dalam kelompok. Selain itu, perut buncit bekantan bukan karena kegemukan, melainkan karena sistem pencernaannya yang kompleks. Mereka memiliki lambung berkompartemen yang dipenuhi bakteri fermentasi, berguna untuk mencerna makanan berserat seperti daun dan biji-bijian. Proses ini menghasilkan gas dalam jumlah besar, yang membuat perut mereka tampak selalu membuncit.
2. Hanya Ditemukan di Kalimantan dan Sekitarnya
Bekantan adalah hewan endemik yang berarti hanya ditemukan secara alami di pulau Kalimantan, yang juga meliputi wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Dilansir dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (2022), habitat utama bekantan meliputi hutan bakau, rawa, dan daerah sepanjang sungai yang kaya akan vegetasi air, termasuk ke dalam hewan yang hidup di habitat alami sehingga dengan perambahan hutan, alih fungsi lahan menjadi perkebunan, serta perburuan liar menyebabkan populasi bekantan menurun drastis dan Bekantan masuk dalam daftar satwa yang dilindungi.
3. Pandai Memainkan Ekspresi Wajah
Menurut buku Primata Indonesia: Karakteristik dan Perilaku karya R. Dewi (2021), bekantan memiliki ekspresi wajah yang sangat variatif dan mampu mencerminkan emosi seperti marah, takut, senang, hingga waspada. Mereka bisa menampilkan berbagai ekspresi wajah termasuk menggunakan hidung besar mereka untuk menggambarkan emosi dan situasi. seperti saat marah dan gembira maka hidung mereka akan membengkak dan berubah merah dengan wajah memicingkan mata dan menyipitkan mulut saat marah lalu tampak rileks dan mulut setengah terbuka saat senang. Bila dalam keadaan bahaya bekantan akan mengeluarkan suara mirip klakson mobil yang keras seperti peringatan dan hidung mereka akan menonjol lurus. Bagi bekantan hidung memiliki fungsi sebagai resonator ketika bekantan bersuara. (indonesia.go.id 2019)
4. Melahirkan Bayi pada Malam Hari
Pada umumnya Bekantan betina melahirkan pada malam hari untuk menghindari ancaman predator dan memberikan ketenangan dan perlindungan bagi induk saat proses kelahiran yang rentan. Bayi bekantan lahir dengan warna bulu keabu-abuan dan wajah berwarna biru gelap yang akan berubah menjadi cokelat kemerahan seperti induknya seiring waktu.
Baca juga: Spot Foto Ikonik Di Banjarmasin yang Wajib Dikunjungi!
5. Mengapa Bekantan Menjadi Maskot Kalimantan Selatan?
Patung bekantan besar yang berdiri megah di kawasan siring Sungai Martapura, Banjarmasin, menjadi ikon wisata dan kebanggaan masyarakat Banua serta menjadi penanda jelas bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan bekantan sebagai maskot resmi daerah. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (2021), keputusan ini didasari oleh keunikan bekantan sebagai satwa khas yang hanya ditemukan di Kalimantan dan menjadi simbol penting yang mencerminkan kekayaan ekosistem rawa dan hutan bakau di Kalimantan Selatan serta perlunya pelestarian lingkungan.
Dari sekua fakta menarik itu Bekantan bukan hanya sekadar primata unik berhidung panjang, tetapi juga makhluk yang memberikan bahwa jika ada Bekantan di seuatu lingkungan maka disana habitat alaminya masih terjaga. Kita bisa lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan menghargai keberagaman hayati Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Geographic Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan