Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 18:13 WIB

Menelusuri Asal-usul Nama Tapin: Sejarah dan Legenda di Balik Kabupaten di Kalimantan Selatan

Menelusuri Asal-usul Nama Tapin: Sejarah dan Legenda di Balik Kabupaten di Kalimantan SelatanKabupaten Tapin (Amrulloh Isfaq)

Mengungkap Sejarah dan Asal-usul Nama Tapin
Kabupaten Tapin, yang beribukota di Rantau, merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana sebenarnya nama "Tapin" berasal? Nama ini ternyata memiliki keterkaitan erat dengan kondisi geografis, aliran sungai, hingga tradisi lisan masyarakat setempat.

Versi Geografis: Berawal dari Aliran Sungai
Secara etimologis, banyak sejarawan meyakini bahwa nama Tapin diambil dari nama sungai yang membelah wilayah tersebut, yaitu Sungai Tapin. Di masa lalu, sungai merupakan jalur transportasi utama dan pusat kehidupan masyarakat Dayak maupun Banjar.

Penamaan wilayah berdasarkan nama sungai adalah praktik yang umum di Kalimantan. Nama "Tapin" sendiri diduga berasal dari istilah lokal yang merujuk pada kondisi air atau tepian sungai tertentu. Keberadaan sungai ini tidak hanya memberikan identitas nama, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian yang membentuk karakter masyarakat Tapin hingga saat ini.

Legenda dan Cerita Rakyat
Selain versi geografis, terdapat pula narasi yang berkembang di tengah masyarakat melalui tradisi lisan. Konon, kata Tapin berkaitan dengan aktivitas "menapin" atau menyaring. Ada cerita yang menyebutkan bahwa di masa lalu, daerah ini menjadi tempat orang-orang mengumpulkan hasil alam dengan cara menyaring atau memilah, yang dalam bahasa lokal memiliki kemiripan bunyi dengan kata Tapin.

Ada juga pendapat yang mengaitkan Tapin dengan kata dalam bahasa Dayak kuno. Mengingat wilayah Tapin dahulunya dihuni oleh suku Dayak sebelum terjadinya asimilasi budaya yang kuat dengan suku Banjar, pengaruh bahasa purba ini sangat mungkin menjadi akar kata nama kabupaten ini.

Peresmian Secara Administratif
Secara administratif, Kabupaten Tapin resmi berdiri pada 30 November 1965. Sebelum menjadi kabupaten mandiri, wilayah ini merupakan bagian dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Perjuangan para tokoh masyarakat untuk memisahkan diri didorong oleh keinginan untuk mempercepat pembangunan di daerah yang memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan pertambangan ini.

Kini, Tapin dikenal sebagai daerah yang harmonis dengan semboyan "Ruhui Rahayu," yang berarti damai, sejahtera, dan penuh keberkahan. Nama Tapin pun kini menjadi simbol kebanggaan bagi warganya, melambangkan sejarah panjang dari tepian sungai hingga menjadi kabupaten yang modern namun tetap religius.

Memahami asal-usul nama Tapin bukan sekadar belajar sejarah, melainkan menghargai identitas yang telah dibentuk oleh alam dan leluhur selama berabad-abad.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menelusuri Asal-usul Nama Tapin: Sejarah dan Legenda di Balik Kabupaten di Kalimantan Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!