Fintech Digital Marketing Agency (Pinterest/Maku Seun)
KALSEL - Di era digital yang serba terbuka, anak muda justru menciptakan ruang-ruang rahasia di media sosial. Second account Instagram (disebut juga finsta atau fake Instagram) telah menjadi fenomena global termasuk di Kalimantan Selatan, dimana generasi muda membuat akun alternatif untuk berekspresi lebih bebas tanpa tekanan sosial.
Berdasarkan penelitian, setidaknya ada lima motivasi utama:
1. Autentisitas & Ekspresi Tanpa Sensor: Akun kedua menjadi ruang aman untuk menampilkan sisi diri yang tidak bisa diungkapkan di akun utama. Penelitian di Jakarta Timur menunjukkan remaja menggunakan second account untuk aktualisasi diri tanpa tekanan sosial.
2. Menghindari Context Collapse: Istilah teknis yang menggambarkan bertemunya berbagai audiens (keluarga, teman, kolega) dalam satu platform. Akun utama menjadi "panggung depan" yang terkurasi rapi, sementara akun kedua berfungsi sebagai "panggung belakang" dimana pengguna bisa lebih spontan .
Baca juga: 3 Tempat Bermain Anak yang Sedang Hits di Kalimantan Selatan: Wahana Seru untuk Liburan Keluarga
3. Keintiman & Komunitas Kecil: Berbeda dengan akun utama yang memiliki ratusan bahkan ribuan follower, second account biasanya hanya diikuti oleh 10-50 orang terdekat. Fitur close friends di Instagram semakin memudahkan pembentukan komunitas kecil ini.
4. Eksperimen Identitas: Akun kedua memungkinkan eksplorasi minat, identitas gender, atau keyakinan tanpa khawatir akan penilaian negatif dari lingkaran sosial utama.
5. Tujuan Praktis: Sebagai wadah khusus untuk hobi, proyek kreatif, atau konten yang tidak ingin "mengotori" feed utama.
Dampak positif second account termasuk sebagai ruang dukungan emosional, pengurangan tekanan perfeksionisme, dan sarana belajar ekspresi diri.
Baca juga: Menyaksikan Senja Memesona di Kalsel: 5 Spot Sunset Terbaik Selain Pantai
Namun, dampak negatifnya juga perlu diwaspadai: risiko kebocoran privasi melalui screenshot, potensi perundungan siber, dan normalisasi konten berisiko seperti pembicaraan tentang self-harm atau konsumsi alkohol.
Meskipun penelitian spesifik tentang second account di Kalimantan Selatan masih terbatas, bukti tidak langsung menunjukkan fenomena ini juga terjadi di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura. Aktivitas komunitas Instagram lokal dan unggahan viral asal Kalsel mengindikasikan praktik serupa terjadi di daerah ini.
Pola penggunaan media sosial anak muda Kalsel tidak jauh berbeda dengan daerah lain di Indonesia, meskipun mungkin ada nuansa budaya Banjar yang mempengaruhi motivasi dan cara pengelolaannya.
Baca juga: Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Penyintas Kebakaran di Tangki Berjalan Maksimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kumparan, Jurnal Tuturlogi, International Journal Of Humanities Education And Social Sciences