Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 19:05 WIB

Kalimantan Bergerak: Mengungkap Perjalanan Tektonik Pulau Borneo

Kalimantan Bergerak: Mengungkap Perjalanan Tektonik Pulau BorneoPeta Indonesia bahari (Pinterest/keajaibandunia.web.id)

Pernahkah Anda membayangkan pulau tempat kita berdiri saat ini sebenarnya sedang dalam perjalanan panjang? Berbeda dengan persepsi umum tentang bumi yang statis, Pulau Kalimantan ternyata melakukan perjalanan tektonik yang diam-diam namun konsisten.

Gerakan Tersembunyi yang Terungkap melalui Teknologi

Berdasarkan penelitian geodesi terkini, Kalimantan tidaklah diam sempurna. Studi menggunakan data GNSS CORS mengungkapkan bahwa pulau terbesar ketiga di dunia ini bergerak dengan kecepatan berkisar 1,85 mm/tahun hingga 7,02 mm/tahun dengan arah umum menuju tenggara. Angka ini jauh lebih kecil daripada klaim media sosial yang pernah viral tentang pergerakan 7 cm per tahun mendekati Jawa.

Peneliti Geologi dan Kebencanaan BRIN, Danny Hilman Natawidjaja, menegaskan bahwa tidak ada data ilmiah yang mendukung klaim Kalimantan bergerak mendekati Jawa dengan kecepatan signifikan . Kedua pulau ini justru berada dalam lempeng tektonik yang sama, yaitu Lempeng Eurasia, yang mencakup sebagian besar wilayah Indonesia .

Baca juga: Kalimantan Selatan Siaga Hadapi Musim Hujan yang Datang Lebih Awal

Skala Waktu Geologi: Perlahan tapi Pasti

Untuk memahami pergerakan ini, kita perlu melihat dalam perspektif waktu yang berbeda:

  • Dalam 100 tahun: Kalimantan hanya bergeser sekitar 0,6 meter (menggunakan estimasi konservatif 6 mm/tahun).
  • Dalam 1 juta tahun: pergerakan kumulatif dapat mencapai 6-14 kilometer.

Pada skala kehidupan manusia, perubahan ini tidak terasa dan tidak mengubah peta secara signifikan. Namun dalam skala waktu geologi, pergerakan ini merupakan bagian dari evolusi landscape Bumi yang terus berlanjut.

Implikasi dan Potensi Risiko Ke Depan

Pergerakan tektonik Kalimantan yang relatif lambat membuatnya lebih stabil dibandingkan wilayah seperti Jawa atau Sumatra yang berada di dekat batas lempeng aktif . Namun, stabilitas relatif bukan berarti bebas risiko gempa sama sekali.

Baca juga: Jejak Sang Naga: Menelusuri Ribuan Tahun Peradaban Kalimantan yang Tersembunyi

Pakar geologi Universitas Lambung Mangkurat, Adip Mustofa, menjelaskan bahwa gempa di Kalimantan dapat terjadi akibat aktivitas sesar atau patahan lokal, seperti Sesar Sangkulirang di Kalimantan Timur atau Sesar Meratus di Kalimantan Selatan yang panjangnya mencapai 150 kilometer. Aktivitas patahan batuan dari arah Pasifik yang membelah bagian timur Kalimantan ini dapat menimbulkan guncangan, meskipun umumnya berkekuatan kecil.

Masa Depan Tektonik Kalimantan

Ke depan, dalam skala waktu manusia, kita tidak akan menyaksikan Kalimantan "bertabrakan" dengan Jawa atau pulau lainnya. Pulau ini akan terus bergerak dalam kesunyiannya, mengikuti pergerakan Lempeng Eurasia yang lebih besar.

Pemahaman akan pergerakan ini justru berharga untuk mitigasi bencana geologi jangka panjang dan perencanaan infrastruktur strategis, seperti ibu kota negara baru, dengan mempertimbangkan dinamika bumi yang sebenarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, Kompas, ETD Repository UGM

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kalimantan Bergerak: Mengungkap Perjalanan Tektonik Pulau Borneo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!