Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 07:10 WIB

Kalimantan Selatan: Pesona Permata dan Warisan Budaya di Atas Sungai

Kalimantan Selatan: Pesona Permata dan Warisan Budaya di Atas SungaiPasar Terapung (Pinterest/Beth)

KALSELKalimantan Selatan seringkali hanya dikenali melalui kota Banjarmasin dan sungai-sungainya yang legendaris. Namun, di balik itu, provinsi ini menyimpan catatan-catatan unik yang membentuk identitasnya sebagai wilayah yang kaya akan sejarah, budaya, dan sumber daya alam. Berikut adalah lima fakta istimewa yang mungkin belum banyak terekspos.

Martapura: Ibu Kota Permata Indonesia

Martapura di Kabupaten Banjar bukan sekadar nama biasa. Kota ini telah lama menjadi pusat penambangan, pengasahan, dan perdagangan intan di Indonesia. Keahlian masyarakat dalam mendulang dan menggosok intan telah mengukir reputasi Martapura yang berkilau, menjadikannya destinasi wajib bagi para pencinta batu mulia. Aktivitas pendulangan dan penggosokan intan masih dapat disaksikan langsung di kota ini, yang terus menjadi jantung industri permata nasional .

Pasar Terapung: Ekonomi yang Hidup di Atas Air

Pasar Terapung di aliran Sungai Barito dan Sungai Martapura, seperti Pasar Muara Kuin dan Pasar Lok Baintan, adalah warisan budaya yang masih hidup . Lebih dari sekadar atraksi wisata, pasar ini mencerminkan sistem perdagangan sungai yang telah menjadi urat nadi perekonomian lokal sejak era Kesultanan Banjar.

Baca juga: Bahasa Banjar: Jejak Akulturasi Dayak, Melayu, dan Jawa di Kalimantan

Aktivitas jual-beli hasil bumi dan kue tradisional langsung dari perahu-perahu ini berlangsung dari subuh hingga pukul sembilan pagi, menggambarkan harmoni antara kehidupan masyarakat dan sungai .

Jejak Kerajaan Hindu yang Terlupakan

Sebelum Kesultanan Banjar berdiri, wilayah ini telah diperintah oleh kerajaan-kerajaan Hindu, yaitu Negara Dipa dan Negara Daha. Peninggalan sejarah ini, seperti Candi Agung di Amuntai, memberikan narasi yang lebih dalam tentang akar budaya Kalimantan Selatan, melampaui cerita yang umumnya diketahui dari panduan wisata .

Banjarmasin: Kota yang Beradaptasi dengan Air

Banjarmasin, ibu kota provinsi, adalah contoh nyata kota yang beradaptasi dengan alam. Kondisi topografinya yang rendah membentuk budaya urban yang unik, di mana rumah panggung, transportasi perahu, dan pasar terapung bukanlah sekadar pajangan, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Suku Banjar: Menelusuri Jejak Peradaban Sungai di Kalimantan

Arsitektur adaptif ini, termasuk Rumah Lanting (rumah terapung), awalnya dibangun untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, seperti memelihara ikan dalam kotak kayu, dan kini telah dijadikan objek wisata .

Ekosistem Permata yang Berkelanjutan

Keistimewaan Martapura tidak hanya terletak pada intan mentahnya. Di sini, telah tumbuh ekosistem permata yang lengkap, melibatkan para penambang, pemotong batu, pengrajin perhiasan, dan penjual cenderamata . Keberadaan ekosistem inilah yang mengukuhkan Martapura bukan hanya sebagai sumber bahan baku, tetapi juga sebagai pusat kerajinan dan perdagangan permata yang penting di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Palpos.id, Times Indonesia, Pilar Kalimantan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kalimantan Selatan: Pesona Permata dan Warisan Budaya di Atas Sungai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!