Ilustrasi Pegunungan Meratus (Dok. AI)
KALSEL – Pegunungan Meratus, yang membentang sepanjang 600 km di Kalimantan Selatan, menyimpan cerita geologi yang luar biasa. Berbeda dengan gunung api aktif di Jawa atau Sumatra, Meratus justru merupakan bukti fenomena kerak samudera purba yang terangkat ke permukaan. Salah satu situs paling menakjubkan di sini adalah "Gunung Api Purba Bawah Laut" di kawasan Waduk Riam Kanan, Banjar.
Gunung Api Purba yang Telah Mati
Situs Gunung Api Purba Bawah Laut, yang terletak di Desa Tiwingan Baru, Kabupaten Banjar, bukanlah gunung berapi aktif. Ia adalah bukit batuan breksi vulkanik yang terbentuk dari aktivitas vulkanik bawah laut sekitar 59–65 juta tahun yang lalu pada periode Kapur Akhir. Batuan ini merupakan bagian dari Formasi Paau dan menjadi saksi bisu tumbukan lempeng tektonik yang membentuk Pegunungan Meratus.
Ahli geologi Badan Pengelola Geopark Meratus, Ali Mustofa, menjelaskan bahwa batuan ini muncul akibat benturan kerak bumi di bawah samudera yang disebut ophiolite. Proses ini menyebabkan magma panas membeku dan terangkat ke permukaan selama 200–150 juta tahun.
Baca juga: Berjulukan Atap Kalimantan Selatan, Inilah Fakta Singkat Gunung Halau-halau!
Dampak Lingkungan dan Sosial yang Unik
Meskipun berupa batuan purba, tanah di sekitar situs ini justru sangat subur. Masyarakat setempat memanfaatkannya untuk berkebun sayuran dan buah-buahan, seperti durian, mangga, dan cempedak. Rumah-rumah panggung masyarakat juga dibangun di sekitar batuan besar, menunjukkan harmonisasi antara manusia dan warisan geologi.
Namun, bayangkan jika gunung api ini masih aktif. Dampaknya akan sangat luas:
Baca juga: 6 Rekomendasi Gunung di Kalimantan Selatan yang Bisa Kamu Rasakan Petualangannya!
Perbandingan dengan Jawa dan Sumatra
Berbeda dengan Meratus, Jawa dan Sumatra berada di jalur Cincin Api Pasifik, sehingga memiliki banyak gunung berapi aktif seperti Merapi dan Sinabung. Letusan di sana cenderung rutin dan sudah memiliki sistem mitigasi yang matang. Sementara Meratus, yang secara tektonik sudah tidak aktif, justru menjadi contoh langka warisan geologi non-vulkanik yang kaya akan sejarah bumi.
Warisan Dunia yang Diakui UNESCO
Keunikan Geopark Meratus diakui secara global. Pada 3 Juni 2025, UNESCO resmi menetapkannya sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Penetapan ini merupakan buah dari perjuangan sejak 2018, ketika Meratus pertama kali ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Kawasan ini memiliki 54 situs geologi yang tersebar di empat rute: barat, utara, timur, dan selatan.
Pegunungan Meratus bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang cerita bumi yang panjang dan interaksi manusia dengan lingkungannya. Situs Gunung Api Purba Bawah Laut adalah bukti bahwa kekuatan geologi masa lalu dapat menciptakan warisan berharga untuk masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, Geopark Meratus, Wikipedia