Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 27 JULI 2025 • 12:00 WIB

3 Permainan Tradisional Kalsel yang Sudah Jarang Dimainkan

3 Permainan Tradisional Kalsel yang Sudah Jarang DimainkanPermainan Bagasing yang sekarang sudah jarang dimainkan anak - anak (Pinterest/febriani rr)

Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang beragam, salah satunya permainan tradisional yang dulu menjadi hiburan anak-anak di pedesaan. Sayangnya, seiring perkembangan zaman, banyak dari permainan ini mulai terlupakan. Berikut beberapa permainan khas Kalsel yang kini jarang dimainkan, namun menyimpan nilai edukasi dan kebersamaan.  

Babanga: Permainan Sederhana dengan Semangat Kompetitif 
Babanga adalah permainan tradisional khas Kabupaten Tapin yang menggunakan buah karet atau kemiri sebagai alat utama. Pemain bergiliran menembak "logo" (target) milik lawan hingga keluar dari lingkaran. Pemenangnya berhak menyebut diri "janggut" sambil mengusap dagu lawan sebagai simbol kemenangan.  

Dulu, Babanga dimainkan saat musim panen karet dan menjadi hiburan yang membuat anak-anak lupa waktu. Namun, kini permainan ini hampir punah karena tergantikan oleh gadget dan permainan modern.  

Baca juga: Tahukah Kamu? Ini Dia Julukan Unik Kota Kota di Kalimantan Selatan

Balogo: Adu Ketangkasan dengan Tempurung Kelapa  
Balogo atau Belogo adalah permainan yang menggunakan potongan tempurung kelapa (logo) dan tongkat kayu (panapak). Pemain harus menjatuhkan susunan logo lawan dengan melempar panapak. Pemenang biasanya meneriakkan "janggut-janggut" sebagai bentuk euforia kemenangan.  

Berbeda dengan permainan lain yang mulai hilang, Balogo masih bertahan berkat upaya pelestarian melalui turnamen yang diadakan pemerintah daerah. Permainan ini bahkan sering ditampilkan dalam acara adat dan festival budaya.  

Bagasing: Gasing Tradisional yang Melatih Sportivitas 
Bagasing adalah permainan gasing kayu khas Banjar yang terbuat dari kayu keras seperti kemuning atau manggis. Ada dua jenis gasing: gasing laki (kepala besar) dan gasing bin* (kepala kecil). Pemain berlomba membuat gasingnya berputar paling lama, dengan tali dari serat daun nenas.  

Permainan ini mengajarkan nilai ketangkasan, kejujuran, dan kerja sama. Hingga kini, Bagasing masih dimainkan saat liburan atau setelah panen, bahkan diintegrasikan dalam kegiatan sekolah untuk melestarikan budaya lokal.  

Baca juga: Spot Foto Ikonik Di Banjarmasin yang Wajib Dikunjungi!

Upaya Pelestarian Permainan Tradisional

Meski beberapa permainan seperti Babanga dan Bacit (permainan strategi mirip catur) hampir punah, upaya revitalisasi melalui festival budaya dan pendidikan di sekolah mulai dilakukan. Permainan seperti Balogo dan Bagasing menjadi contoh bahwa tradisi bisa bertahan jika terus dipraktikkan.  

Anak-anak masa kini mungkin lebih familiar dengan gadget, tetapi mengenalkan mereka pada permainan tradisional dapat melatih kreativitas, sosialisasi, dan kecintaan terhadap budaya sendiri.  

Dengan memahami dan melestarikan permainan tradisional, kita turut menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kajian Kebudayaan Banjar (2021)., Festival Budaya Kalsel (2023).

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

3 Permainan Tradisional Kalsel yang Sudah Jarang Dimainkan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!