Sabtu, 27 JUNI 2026 • 20:04 WIB

Strategi Hj. Fathul Jannah Muhidin Dongkrak Minat Baca Lewat Buku 'Bunda Literasi Banua'

Author

Strategi Hj. Fathul Jannah Muhidin Dongkrak Minat Baca Lewat Buku 'Bunda Literasi Banua' (mckalsel)

Gerakan literasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) memasuki babak baru yang lebih progresif. Bunda Literasi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, secara resmi meluncurkan buku panduan literasi terbaru berjudul “Bunda Literasi Banua: Literasi Meningkat, Banua Cerdas”. Momen bersejarah ini mendominasi rangkaian acara Semesta Buku 2026 yang digelar meriah di Banjarmasin pada Sabtu (27/6/2026).

Peluncuran karya ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan langkah taktis untuk memperkuat fondasi edukasi di bumi Lambung Mangkurat. Buku ini dirancang sebagai panduan praktis yang dapat diaplikasikan langsung oleh para kader, pegiat literasi, hingga masyarakat luas dalam menyusun program membaca yang berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

Mengakar dari Keluarga: Kunci Utama Budaya Membaca
Dalam orasi utamanya, Hj. Fathul Jannah Muhidin memberikan penekanan khusus pada peran krusial unit sosial terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, kegemaran membaca tidak bisa tumbuh secara instan tanpa adanya pembiasaan sejak dini dari rumah.

“Melalui buku ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya hidup. Literasi dapat dimulai dari rumah, dari keluarga, dan dari lingkungan terdekat,” tutur Hj. Fathul Jannah dengan penuh optimisme.
Ia juga menambahkan bahwa amanah sebagai Bunda Literasi Kalsel membawa tanggung jawab moral yang besar. Gelar ini merupakan sebuah panggilan untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat Banua agar lebih melek aksara dan kritis dalam berpikir.

Sinergi Lintas Organisasi dan Tantangan Era Digital
Buku “Bunda Literasi Banua” diproyeksikan menjadi kompas bagi berbagai organisasi kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan akar rumput. Instansi dan gerakan seperti Tim Penggerak PKK (TP-PKK), Posyandu, Gerakan Pramuka, hingga Pokja Bunda PAUD diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan program pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning).

Langkah kolaboratif ini dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman modern. Di era digital saat ini, anak-anak di usia emas sangat rentan terhadap paparan gawai (gadget) yang berlebihan. Melalui buku panduan ini, Hj. Fathul Jannah mendorong seluruh perangkat daerah, komunitas, dan perpustakaan untuk bersinergi menciptakan alternatif literasi digital dan konvensional yang sehat dan seimbang bagi generasi muda.

Apresiasi Dispersip Kalsel atas Tonggak Sejarah Literasi
Peluncuran buku panduan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Sri Mawarni, menyatakan bahwa kehadiran buku ini menjadi momentum emas bagi perkembangan indeks literasi daerah.

Sri Mawarni menegaskan bahwa buku tersebut adalah manifestasi nyata dari komitmen, gagasan, dan dedikasi luar biasa Bunda Literasi Kalsel dalam merajut gerakan membaca yang inklusif. Pihaknya berharap seluruh satuan pendidikan dan keluarga dapat menjadikan buku ini sebagai rujukan utama untuk membangun kecerdasan anak bangsa sejak dini.

Dengan hadirnya buku “Bunda Literasi Banua: Literasi Meningkat, Banua Cerdas”, diharapkan kolaborasi multipihak antara pemerintah, sekolah, organisasi, dan orang tua dapat berjalan lebih harmonis demi mencetak generasi Kalimantan Selatan yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU