Jamaah Haji Asal Seruyan Wafat di Mekkah, Kakanwil Kalsel Imbau Jaga Kesehatan di Cuaca Ekstrem
Duka Mendalam, Jamaah Haji Kloter BDJ 06 Asal Seruyan Meninggal Dunia di Tanah Suci
Kabar duka datang dari pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Seorang jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 06 asal Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dikabarkan meninggal dunia saat sedang menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.
Jamaah yang wafat tersebut diketahui bernama Muhammad Darmawan, berusia 66 tahun. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya saat berjuang menyelesaikan ibadah suci, didampingi oleh istri tercinta yang juga merupakan rekan seperjalanannya dalam menunaikan rukun Islam kelima ini.
Ucapan Bela Sungkawa dari Kepala Kantor Wilayah
Mendengar kabar duka tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji & Umroh ( Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani, langsung menyampaikan rasa bela sungkawa dan duka cita yang sedalam-dalamnya. Mewakili pribadi dan seluruh keluarga besar instansi, Eddy mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat mulia di sisi-Nya.
Eddy Khairani berharap agar almarhum Muhammad Darmawan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. Ia juga mendoakan agar segala dosa almarhum diampuni, amal ibadahnya diterima, serta perjuangannya di Tanah Suci diganjar dengan predikat haji yang mabrur. Kepada keluarga yang ditinggalkan di tanah air, Eddy memberikan penguatan moral agar senantiasa diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian berat ini.
Kronologi Medis dan Proses Pemakaman di Mekkah
Berdasarkan laporan resmi dari Dokter Kloter BDJ 06, dr. Yan Aditya, almarhum Muhammad Darmawan dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 14 Mei 2026. Penyebab utama wafatnya almarhum adalah akibat mengalami syok kardiogenik, sebuah kondisi medis darurat di mana jantung tiba-tiba tidak mampu memompa darah secara optimal untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Sebelum dinyatakan meninggal, almarhum sempat mengeluhkan gejala nyeri dada yang hebat kepada petugas medis kloter. Merespons laporan tersebut, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) langsung bergerak cepat memberikan tindakan penanganan darurat di hotel. Karena kondisi yang memerlukan penanganan spesifik, almarhum segera dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor Mekkah.
Kendati tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Al Noor telah memberikan upaya maksimal, takdir berkata lain. Muhammad Darmawan dinyatakan wafat pada pukul 18.48 Waktu Arab Saudi (WAS). Almarhum diketahui berangkat haji bersama istrinya, Mariyamah Anang Gani. Pihak otoritas terkait bersama petugas kloter telah mengurus proses pemulasaraan, dan jenazah almarhum kini telah dimakamkan dengan layak di Pemakaman Al Shoraya 64, Mekkah.
Peringatan Penting: Hadapi Cuaca Ekstrem di Arab Saudi
Sebagai informasi, Kloter BDJ 06 yang berisikan gabungan jamaah dari beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah—seperti Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, Lamandau, dan Pulang Pisau—telah bergeser dari Madinah menuju Mekkah sejak 10 Mei 2026. Setibanya di Mekkah, mereka menempati Hotel Al Hidayah di Sektor 10 dan langsung menyelesaikan umrah wajib serta pembayaran dam.
Menyikapi musibah ini, Eddy Khairani kembali mengingatkan dengan tegas kepada seluruh jamaah haji, khususnya yang berada di bawah naungan Embarkasi Banjarmasin, untuk tidak meremehkan kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang saat ini sedang berlangsung.
Para jamaah sangat diimbau untuk selalu mematuhi arahan dari tim kesehatan dan pembimbing ibadah. Pengaturan pola istirahat yang cukup, pemenuhan kebutuhan cairan dengan memperbanyak minum air putih, serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berlebihan di luar ruangan adalah kunci utama untuk menjaga keselamatan dan kesehatan hingga puncak ibadah haji nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/