Jemaah Haji Kloter BDJ 11 Resmi Bertolak ke Tanah Suci: Kedisiplinan Jadi Kunci
Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan 359 jemaah haji Kloter BDJ 11 asal Kabupaten Hulu Sungai Utara. Prosesi pelepasan yang berlangsung pada Jumat (8/5/2026) ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani.
Kehadiran Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan beserta jajaran pejabat daerah menambah kekhidmatan acara tersebut. Dengan keberangkatan kloter ini, total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin kini mencapai 3.952 orang. Namun, ada satu poin krusial yang ditekankan bagi jemaah pada fase ini: aturan penggunaan pakaian ihram.
Mengapa Jemaah Gelombang II Wajib Ihram dari Tanah Air?
Berbeda dengan jemaah gelombang I yang mendarat di Madinah, jemaah haji gelombang II mendarat langsung di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Hal ini menuntut kesiapan teknis yang lebih cepat karena jemaah akan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Dr. H. Eddy Khairani menegaskan bahwa seluruh jemaah laki-laki wajib mengenakan kain ihram sejak masih berada di embarkasi atau di dalam pesawat sebelum melintasi Yalamlam (titik miqat).
“Waktu yang sangat terbatas di bandara Jeddah membuat jemaah tidak memiliki kesempatan untuk berganti pakaian. Proses perpindahan dari bandara menuju bus sangat cepat dan terorganisir. Jika jemaah baru berganti pakaian setibanya di Jeddah, hal itu akan menghambat mobilitas rombongan secara keseluruhan,” jelas Eddy.
Kebijakan ini diambil demi kenyamanan jemaah sendiri. Dengan mengenakan ihram sejak dari tanah air, jemaah dapat langsung fokus pada niat ibadah dan menjaga ketertiban saat proses imigrasi maupun perpindahan transportasi di Arab Saudi.
Stamina Fisik dan Cuaca Panas di Tanah Suci
Selain kesiapan administrasi dan pakaian, faktor kesehatan menjadi sorotan utama. Cuaca di Arab Saudi saat ini dilaporkan cukup ekstrem dengan suhu yang panas. Eddy mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri dan selalu mengatur aktivitas dengan bijak.
Ibadah haji adalah ibadah fisik. Stamina yang prima sangat dibutuhkan untuk menjalani rangkaian rukun haji yang padat. Jemaah diimbau untuk rajin mengonsumsi air putih, menggunakan pelindung diri saat di luar ruangan, dan segera melapor kepada petugas kesehatan jika merasa kurang sehat.
Pesan Kebersamaan dan Menjaga Nama Baik Bangsa
Menjadi tamu Allah bukan hanya tentang perjalanan spiritual individu. Eddy Khairani menitipkan pesan agar jemaah haji Kalimantan Selatan selalu menjaga kekompakan. Kedisiplinan dalam mengikuti arahan ketua kloter dan petugas sangat menentukan kelancaran ibadah kolektif.
“Ibadah haji membutuhkan kesabaran luar biasa. Jangan memisahkan diri dari rombongan dan selalu kedepankan sikap saling membantu. Jaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia selama di Tanah Suci,” pesannya kepada para jemaah.
Pelayanan Optimal dari Embarkasi Banjarmasin
Hingga keberangkatan Kloter BDJ 11, Embarkasi Banjarmasin terus menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari pemeriksaan kesehatan tahap akhir, penyediaan konsumsi yang bergizi, hingga validasi dokumen perjalanan dilakukan secara teliti. Koordinasi antara tenaga medis, petugas keamanan, dan panitia daerah terus diperkuat guna memastikan seluruh "Tamu Allah" dapat berangkat dengan perasaan tenang dan nyaman.
Dengan semangat kebersamaan dan kepatuhan terhadap aturan, diharapkan seluruh jemaah haji Kloter BDJ 11 dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/