Selasa, 31 MARET 2026 • 16:21 WIB

Pembangunan Jembatan Pulau Laut Resmi Dimulai: Hubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru

Author

Pembangunan Jembatan Pulau Laut Resmi Dimulai: Hubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru (mckalsel)

Wujudkan Konektivitas, Pembangunan Jembatan Pulau Laut Resmi Dimulai
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara resmi memulai babak baru dalam pembangunan infrastruktur daerah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja proyek Jembatan Pulau Laut yang akan menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. Proyek ambisius ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas dan perekonomian di wilayah pesisir Kalimantan.

Proses penandatanganan kontrak dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M. Yasin Toyib, bersama pihak kontraktor pemenang tender. Momentum bersejarah ini disaksikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, Ketua DPRD Kalsel, Sekretaris Daerah, serta pimpinan daerah dari Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru pada Senin (30/3/2026).

Skema Pembiayaan dan Dukungan Pusat
Proyek strategis Jembatan Pulau Laut akan dilaksanakan menggunakan skema tahun jamak (multiyears) yang berlangsung dari tahun 2026 hingga 2028. Mengingat skala proyek yang sangat besar, pembiayaannya melibatkan kolaborasi lintas pemerintah.

Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp750 miliar per tahun. Komposisi pendanaan tersebut terdiri dari:

  • Pemerintah Provinsi Kalsel sebesar Rp550 miliar.
  • Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp100 miliar.
  • Pemerintah Kabupaten Kotabaru sebesar Rp100 miliar.

Tak hanya mengandalkan dana daerah, proyek ini juga mendapat sokongan penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dukungan anggaran pusat diperkirakan mencapai Rp3 triliun yang juga dialokasikan secara bertahap hingga tahun 2028. Sinergi anggaran ini menunjukkan betapa pentingnya jembatan ini bagi konektivitas nasional.

Instruksi Tegas Gubernur: Tanpa Penundaan
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memberikan penekanan khusus kepada pihak penyedia jasa agar segera memulai pekerjaan di lapangan. Beliau menegaskan bahwa profesionalitas kontraktor akan diuji melalui ketepatan waktu dan kualitas pengerjaan.

"Kontrak sudah diteken, artinya kontraktor harus siap bekerja. Jangan sampai ada keterlambatan," tegas Muhidin di Aula Kantor Dinas PUPR Kalsel, Banjarbaru.

Gubernur juga menyoroti pentingnya manajemen proyek yang matang, termasuk kesiapan alat berat dan sumber daya manusia. Dengan memulai kontrak di awal tahun, Pemprov Kalsel berharap penyerapan anggaran dapat berjalan maksimal sejak tahap awal, guna menghindari penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Keberadaan Jembatan Pulau Laut diprediksi akan menjadi penggerak utama (engine of growth) bagi perekonomian lokal. Selama ini, akses menuju Pulau Laut bergantung pada transportasi laut yang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan waktu tunggu.

Dengan adanya jembatan ini, distribusi barang, jasa, serta mobilitas masyarakat antara daratan Kalimantan dan Pulau Laut akan jauh lebih efisien. Sektor pariwisata, industri, dan perdagangan di Tanah Bumbu serta Kotabaru diyakini akan berkembang pesat seiring dengan terbukanya aksesibilitas yang lebih luas dan terintegrasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU