Amunisi Baru Ekonomi Banua: DPMPTSP Kalsel Pacu Investasi Hijau Lewat RIRU Intan 2026 (mckalsel)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini tengah mengarahkan kompas pembangunan menuju era investasi yang lebih modern dan berkelanjutan. Langkah nyata ini dibuktikan dengan digelarnya Sosialisasi Regional Investment Relation Unit (RIRU) Intan Kalsel Tahun 2026 yang berlangsung di Banjarmasin pada Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah misi besar untuk menyelaraskan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam menarik modal masuk ke Bumi Lambung Mangkurat.
Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 8,1 Persen
Visi besar yang diusung oleh Pemprov Kalsel sangat jelas, yakni mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang signifikan sebesar 8,1 persen pada tahun 2029. Kepala DPMPTSP Provinsi Kalimantan Selatan, Endri, menyebutkan bahwa sosialisasi RIRU ini merupakan batu loncatan awal untuk merumuskan langkah bersama. Beliau menekankan bahwa tantangan ekonomi global menuntut daerah untuk memiliki strategi yang lebih tajam dan kolaboratif agar target ambisius tersebut tidak sekadar menjadi angka di atas kertas.
Tugas besar dalam mendorong denyut nadi ekonomi daerah ini tidak bisa dipikul sendiri. Kolaborasi lintas sektoral menjadi fondasi utama, di mana pemerintah daerah bertindak sebagai fasilitator yang menjamin kemudahan berusaha bagi para investor.
Sinergi Segitiga Emas: Pemprov, BI, dan Daerah
Salah satu kunci utama dalam memperkuat daya saing investasi di Kalsel adalah penguatan koordinasi "Segitiga Emas" antara Pemerintah Provinsi, Bank Indonesia, dan jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota. Melalui wadah RIRU Intan Kalsel, sinkronisasi data dan promosi proyek-proyek potensial dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Endri menambahkan bahwa iklim investasi yang kompetitif hanya bisa tercipta jika terdapat kepastian hukum dan kemudahan akses bagi pelaku usaha. Dengan adanya koordinasi yang solid, diharapkan setiap wilayah di Kalimantan Selatan mampu menonjolkan potensi uniknya, mulai dari sektor energi terbarukan hingga hilirisasi industri yang ramah lingkungan.
Optimisme Realisasi di Periode 2027-2029
Pemerintah Provinsi memproyeksikan bahwa hasil manis dari penguatan RIRU ini akan mulai dirasakan secara masif pada periode 2027 hingga 2029. Pada rentang waktu tersebut, realisasi investasi diharapkan tumbuh secara eksponensial seiring dengan matangnya pengembangan berbagai proyek strategis.
Dampak akhirnya bukan hanya soal masuknya modal, melainkan terciptanya ekosistem investasi yang terarah dan berdaya saing tinggi. Jika ekosistem ini berjalan optimal, kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan akan ikut terkerek naik melalui pembukaan lapangan kerja baru dan pembangunan ekonomi yang merata di seluruh pelosok Banua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel