Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan resmi menggelar Sosialisasi Regional Investor Relations Unit (RIRU) Intan Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin. Langkah ini menjadi momentum krusial bagi Bumi Lambung Mangkurat dalam upaya mentransformasi struktur ekonomi daerah agar lebih kompetitif di kancah nasional maupun global.
RIRU Intan Sebagai Katalisator Ekonomi Baru
Eksistensi RIRU Intan Kalsel kini diposisikan sebagai instrumen vital untuk menjembatani potensi daerah dengan para investor potensial. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menekankan bahwa instrumen ini bukan sekadar forum koordinasi, melainkan mesin penggerak untuk mempersiapkan peluang investasi secara matang dan tepat sasaran.
Melalui wadah ini, setiap proyek investasi daerah diharapkan dapat dikemas secara konkret sehingga siap ditawarkan kepada pemilik modal. Fokus utamanya adalah mengarahkan aliran modal untuk mendukung transformasi ekonomi yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan dan sosial.
Potret dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kalsel
Berdasarkan tinjauan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kalimantan Selatan mencatatkan performa ekonomi yang impresif pada tahun 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,22 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah pun telah menembus angka Rp164,94 triliun. Saat ini, tulang punggung ekonomi Banua masih ditopang oleh tiga sektor utama:
Meski angka pertumbuhan saat ini sudah stabil, Pemprov Kalsel memiliki visi yang lebih berani. Pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi mampu melonjak hingga angka 8,1 persen pada tahun 2029 mendatang.
Sinergi Kabupaten/Kota untuk Kesejahteraan Rakyat
Keberhasilan RIRU Intan sangat bergantung pada komitmen pemerintah kabupaten dan kota dalam menyajikan data peluang investasi yang nyata di lapangan. Sekda Kalsel menegaskan bahwa sinergi ini merupakan faktor kunci untuk mencapai indikator pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Investasi yang masuk diproyeksikan memberikan dampak domino yang luas bagi masyarakat, mulai dari pembukaan lapangan kerja baru, peningkatan daya saing komoditas lokal, hingga perbaikan taraf kesejahteraan warga secara menyeluruh. Dengan koordinasi yang semakin solid antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia, Kalimantan Selatan optimistis menyongsong masa depan ekonomi yang lebih maju dan berdaya saing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel