Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 06:11 WIB

Strategi Pemprov Kalsel Jaga Stabilitas Pangan Ramadan 2026: Stok Melimpah dan Harga Terkendali

Strategi Pemprov Kalsel Jaga Stabilitas Pangan Ramadan 2026: Stok Melimpah dan Harga TerkendaliDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel menjamin stok pangan aman hingga akhir Ramadan 2026. Simak upaya pengendalian harga melalui pasar murah di kawasan 0 KM dan pemantauan intensif di 13 kabupaten/kota. (mckalsel)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memberikan jaminan ketenangan bagi masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan 1447 H. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, ketersediaan bahan pangan di seluruh wilayah Bumi Lambung Mangkurat dipastikan berada dalam kondisi aman dengan pergerakan harga yang masih dalam batas kewajaran.

Analisis Fluktuasi Harga Selama Ramadan
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Maulidinsyah, menjelaskan bahwa fenomena kenaikan harga menjelang bulan puasa merupakan siklus tahunan yang sudah diantisipasi. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya komoditas yang mengalami lonjakan harga ekstrem. Secara umum, dinamika pasar di Kalimantan Selatan masih terkendali dengan baik.

Beberapa komoditas yang terpantau mengalami sedikit fluktuasi harga didominasi oleh kelompok bumbu dapur, seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai tidak akan mengganggu daya beli masyarakat secara luas karena stok distribusi tetap berjalan lancar.

Pengawasan Intensif dan Gelaran Pangan Murah
Untuk memastikan keakuratan data di lapangan, jajaran dinas terkait terus melakukan monitoring intensif berkoordinasi dengan tim di tingkat kabupaten dan kota. Pemantauan ini mencakup pasar tradisional hingga ritel modern guna mendeteksi potensi kelangkaan sejak dini.

Sebagai langkah konkret dalam menekan inflasi, Pemprov Kalsel telah mengambil langkah antisipatif melalui penyelenggaraan pasar murah atau "gelaran pangan". Program ini telah berlangsung sejak sebelum Ramadan dan diperkuat dengan kegiatan di kawasan 0 Kilometer yang dijadwalkan selama 10 hari, mulai dari hari pertama puasa pada 18 Februari hingga berakhir pada 28 Februari 2026. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyalurkan paket pangan bersubsidi ke berbagai titik strategis, termasuk di area Banjarmasin, bekerja sama dengan TPID serta organisasi wanita lokal.

Edukasi Belanja Bijak bagi Masyarakat
Selain fokus pada sisi suplai, Pemprov Kalsel juga memberikan imbauan penting kepada para konsumen. Masyarakat diharapkan dapat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan bahan pangan secara berlebihan di tingkat rumah tangga. Konsumsi yang beragam, terutama meningkatkan porsi sayuran, sangat disarankan agar serapan produksi dari petani lokal dapat merata dan maksimal.

Dengan cadangan stok yang dipastikan mencukupi hingga akhir Ramadan, warga Kalimantan Selatan diimbau untuk tidak terjebak dalam aksi panic buying. Sinergi antara pemerintah, petani, dan konsumen diharapkan dapat mempertahankan stabilitas ekonomi daerah selama momentum hari besar keagamaan ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Strategi Pemprov Kalsel Jaga Stabilitas Pangan Ramadan 2026: Stok Melimpah dan Harga Terkendali

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!