Proyek Jembatan Pulau Laut (jejakrekam.com)
Proyek Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan daratan utama Kalimantan (Batulicin, Tanah Bumbu) dengan Pulau Laut (Kotabaru) kini memasuki babak baru. Menjelang tahun 2026, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan bersama Kementerian PUPR terus memacu progres pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan ini.
Bukan sekadar penghubung antar-kabupaten, Jembatan Pulau Laut merupakan proyek strategis nasional yang akan menjadi urat nadi logistik baru. Dengan total panjang mencapai 6,5 kilometer, jembatan ini diproyeksikan menjadi jalur alternatif krusial bagi distribusi barang dan jasa dari wilayah selatan Kalimantan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Akses Strategis Penyangga IKN
Seiring dengan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik menjadi sangat vital. Jembatan ini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan bagi kendaraan pengangkut material, hasil bumi, hingga komoditas industri dari pelabuhan di Kotabaru.
Kementerian PUPR sendiri telah mengucurkan dana sekitar Rp3 triliun untuk mendukung percepatan pembangunan bentang tengah jembatan. Targetnya, pada tahun 2026, struktur utama jembatan sudah menunjukkan progres fisik yang masif sehingga target operasional penuh pada 2028-2029 dapat tercapai tepat waktu.
Dampak Ekonomi Bagi Warga Lokal
Bagi masyarakat lokal, kehadiran jembatan ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Sektor pariwisata di Kotabaru dan kawasan industri di Tanah Bumbu diprediksi akan mengalami lonjakan investasi. Kemudahan akses transportasi akan menurunkan biaya logistik yang selama ini bergantung pada kapal feri penyeberangan.
Pemerintah Provinsi Kalsel optimis bahwa integrasi antara Jembatan Pulau Laut dan pembangunan jalan lintas tengah akan menciptakan koridor ekonomi baru yang kokoh. Hal ini selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana Kalimantan Selatan berperan sebagai tulang punggung ketahanan pangan dan energi bagi IKN.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber