Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 13 SEPTEMBER 2025 • 13:07 WIB

Kalsel Bangkit: PTM 100% dan Kurikulum Merdeka Pacu Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi

Kalsel Bangkit: PTM 100% dan Kurikulum Merdeka Pacu Pemulihan Pendidikan Pasca PandemiGambar sebuah sekolah (Pinterest/Ovita)

KALSEL – Setelah lebih dari dua tahun dibayangi ketidakpastian, kehidupan di Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya menunjukkan denyut nadi yang kembali kuat. Lengangnya ruang kelas dan sepinya pusat perbelanjaan perlahan menjadi kenangan. 

Dua sektor vital, pendidikan dan ekonomi, mencatat tren pemulihan yang menggembirakan pasca dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Di bidang pendidikan, semangat itu terlihat jelas dari riuh rendah siswa yang kembali memadiri ruang kelas. Sejak Maret 2022, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel telah mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh 100% di semua sekolah. 

Baca juga: Puskesmas Tenjo Luncurkan Inovasi Skrining PTM untuk Usia Produktif di Sekolah dan Tempat Kerja

Keputusan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya PTM dibatasi kapasitasnya menjadi 50% dan kerap harus berganti dengan pembelajaran daring saat terjadi lonjakan kasus.

Namun, kembali ke kelas bukan sekadar memindahkan aktivitas dari layar ke ruangan. Pemerintah Daerah menyadari adanya learning loss atau ketertinggalan pembelajaran yang harus segera dikejar. Jawabannya adalah penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. 

Kurikulum ini, seperti dilaporkan ANTARA News Kalsel, memberikan fleksibilitas lebih bagi sekolah dalam mengatur jadwal pembelajaran. Tujuannya jelas: memungkinkan siswa fokus mendalami materi-materi esensial tanpa terbebani oleh jam pelajaran yang padat, sehingga kekurangan selama pandemi dapat teratasi.

Baca juga: Ragam Kisah Enam Satwa Liar di Madiun yang Diserahkan ke BBKSDA Jawa Timur

Tidak hanya kurikulum, pola perilaku belajar pun beradaptasi. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2022/2023 telah dilaksanakan sebagai simbol normalisasi sistem pendidikan. 

Guru-guru juga mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan metode pembelajaran inovatif yang memadukan pertemuan offline dengan pemanfaatan aplikasi digital, menyiapkan pendidikan yang lebih tangguh di masa depan.

Sementara di sisi lain, pemulihan ekonomi berjalan beriringan. Mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan memacu aktivitas perdagangan dan sektor usaha. 

Baca juga: Probolinggo Siapkan The Seven Lakes Festival 2025 di Ranu Segaran dengan Konsep Spektakuler

Data yang dirilis Barito Post pada November 2021 menunjukkan indikator positif, dimana realisasi pendapatan negara di Kalsel mencapai 88% dari target, mengalami kenaikan 28% secara tahunan (year-on-year). 

Stimulus pemerintah dan aliran dana pusat, seperti dana desa, terbukti efektif menyuntikkan kehidupan baru ke dalam kegiatan ekonomi lokal.

Kehidupan sosial masyarakat Kalsel juga mulai berdenyut normal. Pertemuan keluarga, pasar tradisional, dan kegiatan keagamaan kembali digelar, meski dengan kesadaran kesehatan yang tetap terjaga. Yang menarik, perhatian terhadap kesehatan mental pascapandemi mulai mengemuka. 

Baca juga: Dari Masjid ke Madrasah, Sabang Tumbuhkan Gerakan Ekoteologi yang Menginspirasi

Pemerintah mengadakan seminar kesehatan jiwa dan mendukung inisiatif komunitas, seperti kampanye “Mindscape Expo”, sebagai upaya memulihkan luka psikologis yang ditinggalkan pandemi.

Kebijakan pemerintah daerah yang terukur, ditanggapi positif oleh masyarakat, menjadi kunci pemulihan ini. Anak-anak bersemangat kembali belajar di sekolah, pelaku usaha mikro kembali berjualan, dan jaringan sosial masyarakat yang sempat terputus mulai dirajut kembali. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara News, INews, Barito Post

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kalsel Bangkit: PTM 100% dan Kurikulum Merdeka Pacu Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!