Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 09:00 WIB

Geliat Ekonomi Digital dan Kreatif Kalimantan Selatan: Tiga Startup Lokal yang Menembus Pasar Nasional

Geliat Ekonomi Digital dan Kreatif Kalimantan Selatan: Tiga Startup Lokal yang Menembus Pasar NasionalBiji kopi bubuk dan utuh (Pinterest/Sherin Winstent)

KALSEL – Tiga startup/UMKM asal Kalsel—Warko Digital Nusantara, Kopi Aranio, dan Eco Pine Borneo—telah membuktikan bahwa produk lokal bisa bersaing di kancah nasional. Kolaborasi dengan pemerintah, dukungan korporasi, dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci kesuksesan mereka.  

Warko Digital Nusantara: Koperasi Digital untuk UMKM Tradisional  

Bermula dari keresahan akan tergerusnya warung tradisional oleh ritel modern, Warko Digital Nusantara hadir sebagai solusi. Platform berbasis koperasi ini memungkinkan warung, kios, dan ojek online mengelola stok, mendapatkan pembiayaan, dan memasarkan produk secara digital.  

Baca juga: 3 Jenis Sajian Kopi yang Menggugah Selera Khas Kalimantan Selatan!

Tak hanya di Kalsel, Warko telah menjangkau ribuan anggota di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. "Konsep kami berbeda dengan aplikasi lain karena pedagang bukan sekadar mitra, tapi juga pemilik koperasi," jelas Adam Nugraha, salah satu pendirinya.  

Kopi Aranio: Dari Hulu Sungai ke Cangkir Nasional  

Kopi robusta khas Aranio, Hulu Sungai Utara, kini tak hanya dinikmati warga lokal. Berkat teknik roasting modern dan dukungan CSR PT PLN, biji kopi ini telah merambah pasar Jakarta dan Bekasi, bahkan menjadi oleh-oleh favorit di Bandara Syamsudin Noor .  

Program pendampingan dari PLN juga membantu petani memperoleh sertifikasi mutu, memungkinkan Kopi Aranio dijual di kafe-kafe ternama di Jawa.  

Eco Pine Borneo: Serat Nanas Banjarbaru yang Mendunia  

Baca juga: 5 Rekomendasi Menu Favorit di Toko Kopi Tuku yang Wajib Dicoba!

Mengubah limbah daun nanas menjadi produk bernilai tinggi, Eco Pine Borneo adalah contoh UMKM berbasis lingkungan yang sukses. Dengan bantuan peralatan produksi dari program TJSL PT PLN, kapasitas produksi mereka melonjak dari beberapa ons menjadi 2 kg serat per hari . 

Produknya, seperti tas dan hiasan rumah, kini dipasarkan hingga ke India dan Singapura, sekaligus masuk gerai ritel modern di Jakarta dan Surabaya.  

Ketiga startup ini membuktikan bahwa inovasi lokal Kalsel mampu bersaing di tingkat nasional. Dukungan pemerintah dan korporasi, seperti PLN, menjadi katalisator pertumbuhan mereka. Ke depan, model kolaborasi seperti ini diharapkan bisa direplikasi untuk melahirkan lebih banyak pelaku usaha berbasis digital dan berkelanjutan.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kalimantanpost.com, Megapolis.id, Redaksi8

BERITA TERBARU

Geliat Ekonomi Digital dan Kreatif Kalimantan Selatan: Tiga Startup Lokal yang Menembus Pasar Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!