Foto Perayaan Kemerdekaan Indoensia pada 17 Agustus (Pinterest/golgota enterprise)
KALSEL, 7 Agustus 2025 – Tahun ini, peringatan Hari Kemerdekaan RI terasa istimewa bagi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel). Tak hanya merayakan HUT RI ke-80, provinsi ini juga memperingati Hari Jadi ke-75. Gabungan dua momen bersejarah ini diwarnai dengan ragam aktivitas—mulai dari upacara resmi hingga gerakan warga yang penuh semangat kebangsaan.
Pedoman Resmi: Detik-Detik Proklamasi hingga Bendera Merah Putih
Pemerintah daerah telah menyiapkan kerangka acara tertuang dalam Surat Edaran Bupati Hulu Sungai Selatan No. 005/SE-Bup/VII/2025. Salah satu poin uniknya adalah penghentian seluruh aktivitas selama 3 menit (pukul 10.17–10.20 WIB) pada 17 Agustus nanti, sebagai bentuk penghormatan pada Detik-Detik Proklamasi.
Selain itu, sepanjang Agustus, seluruh instansi diwajibkan memasang bendera Merah Putih dan mengusung tema nasional di media cetak, elektronik, hingga dekorasi publik. "Ini bagian dari menanamkan nilai-nilai kebangsaan," tulis surat edaran tersebut.
Kebanggaan Paskibraka Kalsel: 44 Siswa Terbaik Siap Kibarkan Sang Saka
Di balik kemeriahan upacara, ada cerita haru dari 44 siswa terpilih sebagai Paskibraka Kalsel. Gubernur H. Muhidin secara khusus menyambut mereka di Kantor Gubernur Banjarbaru (6/8/2025). "Latihan dengan sungguh-sungguh, tampilkan yang terbaik untuk Indonesia," pesannya, seperti dilaporkan Riliskalimantan.com.
Kehadiran gubernur memantik kebanggaan keluarga dan sekolah asal para Paskibra. Bagi mereka, mengibarkan bendera di detik proklamasi bukan sekadar tugas, melainkan kehormatan yang mencerminkan disiplin dan prestasi.
Aksi Nyata Warga: Bendera Gratis dan Semangat Nasionalisme
Di Kabupaten Banjar, semangat kemerdekaan diwujudkan dengan aksi nyata. Dinas Komunikasi dan Informatika (DKISP) setempat membagikan bendera Merah Putih gratis kepada warga, bagian dari Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera.
"Kami ingin nasionalisme tumbuh dari hal sederhana: memasang bendera di rumah," ujar Kepala DKISP Muhammad Aidil Basith, seperti dikutip Antaranews Kalsel (5/8/2025). Salah seorang warga penerima mengaku tersentuh, "Ini bukti cinta kami pada Indonesia."
Dari protokol upacara hingga gebyar warga, Kalsel menjadikan Agustus 2025 sebagai momen kolektif yang sarat makna. Di balik kemeriahan, ada pesan jelas: kemerdekaan bukan hanya seremonial, tetapi juga tentang kebersamaan dan aksi kecil yang bermakna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Surat Edaran Bupati Hulu Sungai Selatan No. 005/SE-Bup/VII/2025, Antara News, Riliskalimantan.com