Selasa, 30 JUNI 2026 • 16:42 WIB

Pesona Pagat Batu Benawa: Wisata Legendaris Kalsel & Kisah Raden Budog

Author

Pagat Batu Benawa (Wisata Batu Benawa Pegat)

Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) di Kalimantan Selatan seolah tidak pernah kehabisan pesona alam. Salah satu destinasi paling ikonik dan melegenda di bumi Murakata ini adalah Objek Wisata Pagat Batu Benawa. Terletak di Kecamatan Batu Benawa, sekitar 7 kilometer dari pusat kota Barabai, destinasi ini menawarkan paket komplit bagi para pencinta alam: sungai berbatu yang jernih, jajaran gua eksotis, hingga kemegahan perbukitan karst yang hijau royo-royo.

Bagi masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah, Pagat Batu Benawa bukan sekadar tempat rekreasi biasa. Destinasi ini adalah lanskap magis yang mengawinkan keindahan bentang alam pegunungan Meratus dengan warisan budaya takbenda berupa cerita rakyat yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Lanskap Alam yang Memanjakan Mata
Begitu menapakkan kaki di area wisata Pagat Batu Benawa, Anda akan langsung disambut oleh gemercik air Sungai Benawa yang membelah bebatuan besar. Airnya yang relatif jernih dan menyegarkan kerap menjadi tempat favorit pengunjung untuk mandi atau sekadar merendam kaki sembari menikmati udara sejuk khas pegunungan.

Daya tarik utama tempat ini adalah topografi karstnya yang memukau. Berdiri kokoh di kawasan ini adalah Bukit Batu Gajah yang menantang untuk didaki. Dari puncak bukit ini, Anda bisa menyaksikan hamparan hutan tropis Kalimantan yang membentang luas bak permadani hijau. Tidak jauh dari sungai, terdapat beberapa gua alami dengan stalaktit dan stalagmit yang memukau. Salah satunya adalah Gua Batu Gajah, yang memiliki struktur bebatuan unik di dalamnya dan sering menjadi spot foto estetik bagi para pelancong.

Romantisme Legenda Raden Budog: Malin Kundang versi Banjar
Selain panorama alamnya yang memikat, daya pikat utama Pagat Batu Benawa terletak pada nilai historis dan mitologinya. Tempat ini sangat identik dengan legenda lokal "Raden Budog", sebuah kisah yang memiliki kemiripan moral dengan cerita Malin Kundang dari Sumatra Barat.

Alkisah, Raden Budog adalah seorang pemuda tampan namun sombong dan berbakti rendah kepada ibunya. Setelah merantau dan meraih kesuksesan serta menikahi putri bangsawan, ia kembali ke kampung halaman menggunakan kapal megah. Namun, karena malu melihat kondisi ibunya yang miskin dan tua renta, Raden Budog menolak mengakui perempuan suci tersebut sebagai ibu kandungnya.

Sakit hati atas perlakuan sang anak, sang ibu kemudian berdoa dan memohon keadilan. Seketika itu juga, badai dahsyat datang menghantam. Kapal megah milik Raden Budog karam dan perlahan mengeras menjadi batu. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, struktur bukit batu yang ada di Pagat hari ini merupakan penjelmaan dari kapal Raden Budog yang terbelah (pagat dalam bahasa Banjar berarti putus atau terbelah). Kisah ini menjadi pengingat moral yang kuat bagi setiap pengunjung tentang pentingnya menghormati orang tua.

Fasilitas dan Tips Berkunjung
Sebagai objek wisata legendaris yang sudah dikelola sejak lama oleh pemerintah daerah setempat, fasilitas di Pagat Batu Benawa terbilang cukup memadai. Di sini sudah tersedia area parkir yang luas, gazebo untuk bersantai, warung-warung kuliner khas Banjar, hingga toilet umum.

Jika Anda berencana berkunjung, waktu terbaik adalah pada pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik. Pastikan untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di sekitar area sungai dan gua, serta selalu menghormati adat istiadat setempat demi kelestarian wisata legendaris ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://smart.kalselprov.go.id/

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU