Kalimantan Selatan menyimpan sejuta pesona alam yang tidak pernah habis untuk dijelajahi. Salah satu destinasi yang menawarkan perpaduan unik antara keindahan alam, edukasi, dan konservasi satwa adalah Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut. Terletak di Kabupaten Barito Kuala, destinasi ini menjadi magnet bagi para pencinta alam dan wisatawan yang ingin melihat lebih dekat kehidupan liar tanah Borneo.
Mengenal Delta Sungai Unik di Bawah Jembatan Barito
Secara Geografis, Pulau Bakut merupakan sebuah delta sungai atau daratan yang terbentuk dari endapan sedimen di tengah aliran sungai. Memiliki luas wilayah sekitar 15,5 hektare, keunikan utama dari TWA Pulau Bakut adalah letaknya yang sangat ikonik, yaitu tepat berada di bawah Jembatan Barito. Jembatan Barito sendiri merupakan salah satu jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah. Melihat hutan mangrove yang hijau subur dari atas jembatan, atau sebaliknya, memandang kemegahan arsitektur jembatan dari dalam rimbunnya hutan, memberikan sensasi petualangan yang tidak akan Anda temukan di tempat lain.
Habitat Konservasi Utama Bekantan
Bukan sekadar tempat rekreasi biasa, Pulau Bakut memegang peranan krusial sebagai kawasan konservasi. Hutan riparian dan mangrove di pulau ini merupakan rumah bagi satwa endemik pulau Kalimantan yang terancam punah, yaitu Bekantan (Nasalis larvatus). Monyet berhidung panjang dan berbulu probosisi cokelat kemerahan ini hidup bebas di pepohonan pulau.
Jika Anda berkunjung pada pagi atau sore hari, Anda berkesempatan besar melihat kelompok bekantan yang sedang melompat antar-dahan pohon rambai, yang buahnya merupakan makanan utama mereka. Selain bekantan, ekosistem pulau ini juga mendukung kelestarian berbagai jenis burung, reptil, dan biota sungai lainnya, menjadikannya laboratorium alam yang sempurna untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Fasilitas dan Pengalaman Wisata yang Menarik
Pemerintah setempat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah mengelola tempat ini dengan sangat baik tanpa merusak keaslian ekosistemnya. Wisatawan dapat menyusuri pulau dengan nyaman berkat adanya wooden boardwalk atau jembatan kayu yang membelah hutan mangrove. Berjalan di atas jembatan kayu ini memberikan pengalaman yang menenangkan, ditemani suara riak air sungai dan kicauan burung liar. Di beberapa titik, tersedia menara pandang yang bisa Anda naiki untuk mendapatkan lanskap pemandangan Pulau Bakut dan Sungai Barito secara menyeluruh dari ketinggian.
Lokasi dan Akses Menuju Pulau Bakut
Bagi Anda yang tertarik untuk berkunjung, TWA Pulau Bakut beralamat lengkap di Jalan Trans Kalimantan Anjir Muara, Marabahan Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Akses menuju lokasi ini terbilang sangat mudah karena berada di jalur utama antarprovinsi. Dari Kota Banjarmasin, Anda hanya memerlukan waktu berkendara sekitar 45 menit menggunakan transportasi darat menuju area bawah Jembatan Barito. Setelah sampai di dermaga penyeberangan, Anda cukup menyewa perahu motor lokal atau "klotok" milik warga sekitar untuk menyeberang selama beberapa menit saja menuju pintu masuk pulau.
Pulau Bakut adalah destinasi eduwisata yang sempurna untuk melepas penat sekaligus belajar mencintai kekayaan hayati Nusantara. Jadi, jika Anda sedang berada di Kalimantan Selatan, pastikan untuk memasukkan TWA Pulau Bakut ke dalam daftar petualangan Anda berikutnya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber