Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati momen penting dalam dunia literasi dan pengajaran, yaitu Hari Pendidikan Nasional atau yang akrab disebut Hardiknas. Namun, seringkali muncul pertanyaan di tengah masyarakat: Hari Pendidikan Nasional 2026 yang ke-berapa?
Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan atau upacara bendera belaka. Lebih dari itu, Hardiknas adalah momentum untuk merefleksikan sejauh mana kualitas pendidikan kita telah berkembang dan bagaimana kita menghargai jasa para pahlawan pendidikan yang telah berjuang di masa lampau.
Hari Pendidikan Nasional 2026 yang ke-Berapa?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus merujuk pada penetapan resminya. Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional. Penetapan ini dilakukan untuk menghormati hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, bapak pendidikan kita.
Jika dihitung sejak penetapan pertama kali pada tahun 1959, maka pada tanggal 2 Mei 2026, Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional yang ke-67. Angka ini mencerminkan perjalanan panjang bangsa dalam mengupayakan kecerdasan kehidupan bangsa sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Sejarah Singkat Hardiknas dan Ki Hadjar Dewantara
Pemilihan tanggal 2 Mei bukanlah tanpa alasan. Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah bangsawan Yogyakarta yang melepaskan gelar kebangsawanannya demi bisa berbaur dengan rakyat jelata dan memperjuangkan hak pendidikan bagi pribumi.
Pada masa kolonial, pendidikan adalah barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh keturunan Belanda dan kaum bangsawan. Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922 sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem pendidikan kolonial yang diskriminatif. Filosofi beliau yang sangat terkenal hingga saat ini adalah:
- Ing Ngarsa Sung Tulada: Di depan memberi teladan.
- Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun semangat.
- Tut Wuri Handayani: Di belakang memberi dorongan.
Semboyan "Tut Wuri Handayani" kini abadi sebagai logo Kementerian Pendidikan kita, melambangkan peran pendidik sebagai pendorong kemandirian siswa.
Tema Hari Pendidikan Nasional 2026
Setiap tahun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis tema khusus untuk memberikan arah pada peringatan Hardiknas. Untuk tahun 2026, tema yang diusung adalah: “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Tema ini menekankan bahwa tanggung jawab mendidik anak bangsa bukan hanya berada di pundak guru atau sekolah, melainkan melibatkan "Semesta" atau seluruh elemen masyarakat. Orang tua, dunia industri, pemerintah, hingga lingkungan sekitar memiliki peran vital dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif di era digital ini.
Harapan untuk Pendidikan Indonesia
Memasuki peringatan yang ke-67 ini, tantangan pendidikan Indonesia semakin kompleks. Transformasi digital, adaptasi kecerdasan buatan (AI), serta pemulihan karakter pasca-pandemi menjadi fokus utama. Harapannya, Hardiknas 2026 tidak hanya menjadi perayaan angka, tetapi menjadi pemicu bagi setiap individu untuk terus belajar sepanjang hayat (long-life learner).
Mari kita jadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 sebagai titik balik untuk lebih menghargai ilmu pengetahuan dan memberikan dukungan penuh bagi para pengajar di pelosok negeri. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026! Mari terus bergerak serentak mewujudkan pendidikan yang bermutu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber