Kamis, 29 JANUARI 2026 • 17:06 WIB

Asal-usul Nama Banjarbaru: Sejarah Kota Intan yang Dulunya Hutan Belantara

Author

Ikon Kota Banjarbaru (pinterest)

Menelusuri Jejak Sejarah: Mengapa Dinamakan Banjarbaru?
Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru bukan sekadar wilayah administratif, melainkan simbol kemajuan dan perencanaan kota yang matang. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kota ini menyandang nama "Banjarbaru"? Ternyata, nama tersebut lahir dari sebuah proses sejarah yang melibatkan ambisi besar untuk menciptakan pusat pemerintahan baru di luar padatnya Kota Banjarmasin.

Bermula dari Gunung Apam
Jauh sebelum gedung-gedung pemerintahan berdiri, wilayah yang kita kenal sekarang sebagai Banjarbaru hanyalah sebuah perbukitan sunyi yang dikenal dengan nama Gunung Apam. Nama ini merujuk pada sebuah perbukitan di pinggiran daerah Martapura. Pada masa itu, wilayah ini merupakan daerah hutan yang dianggap ideal untuk pengembangan kota karena letaknya yang lebih tinggi dan bebas banjir dibandingkan Banjarmasin.

Kelahiran Nama "Banjar-Baru"
Sejarah penamaan ini bermula pada era 1950-an. Saat itu, Gubernur Kalimantan, Dr. Murdjani, memiliki visi besar untuk memindahkan pusat pemerintahan. Ia menginginkan sebuah kota yang terencana dengan baik. Untuk merealisasikan mimpi tersebut, ia dibantu oleh seorang arsitek ternama asal Belanda bernama D.A.W. Van der Pijl.

Dalam proses perancangan dan pembangunannya, kawasan di Gunung Apam ini sering disebut sebagai proyek "Kota Baru" di wilayah Banjar. Istilah ini kemudian secara natural mengerucut menjadi Banjarbaru. Kata "Banjar" merujuk pada identitas etnis dan wilayah besar di Kalimantan Selatan, sementara "Baru" menandakan bahwa kota ini adalah pemukiman modern yang dibangun dari nol, kontras dengan Banjarmasin yang sudah tua dan padat.

Menjadi Ibu Kota Provinsi
Meskipun sempat direncanakan sejak lama, status Banjarbaru terus berkembang. Dari sebuah kota administratif yang tenang, Banjarbaru secara resmi ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022. Hal ini seolah menggenapi takdir namanya sebagai pusat peradaban "Baru" yang membawa semangat kemajuan bagi masyarakat Dayak dan Banjar.

Kini, Banjarbaru dikenal sebagai kota yang tertata, hijau, dan strategis karena keberadaan Bandara Internasional Syamsudin Noor. Dari sebuah perbukitan bernama Gunung Apam, Banjarbaru telah bertransformasi menjadi jantung baru bagi Kalimantan Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU