Rabu, 21 JANUARI 2026 • 09:30 WIB

Rumah Adat Banjar: Menelusuri Keunikan Arsitektur dan Filosofi Mendalam

Author

Rumah Adat Banjar 'Gajah Baliku' (arie._11)

Mengenal Rumah Adat Banjar: Simbol Kemegahan Budaya Kalimantan Selatan
Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keragaman budaya, salah satunya tercermin melalui arsitektur tradisional Rumah Adatnya. Di tanah Kalimantan Selatan, Rumah Adat Banjar berdiri sebagai simbol identitas masyarakat Suku Banjar yang memadukan nilai estetika, fungsi, dan spiritualitas. Dari sekian banyak jenisnya, Rumah Bubungan Tinggi adalah yang paling ikonik dan dulunya berfungsi sebagai kediaman raja atau kaum bangsawan.

Rumah Adat Banjar " Bubungan Tinggi " merupakan rumah adat suku Melayu Banjar yang terletak di Teluk Selong Ulu, kec Martapura Barat, Kebupatian Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia. Rumah ini dilindungi Undang-Undang Benda Cagar Budaya kerna telah berusia lebih dari 150 tahun. Keunikan rumah ini terletak pada kondisi lahan yang berair (lahan basah) dan konstruksi (seluruhnya menggunakan material kayu Ulin). Meski demikian rumah ini dapat bertahan dengan baik, stabil dan awet untuk rentang waktu yang sangat lama. Keunikan lain dapat ditinjau dari sudut pandang filosofi dan sejarah. Rumah ini merupakan salah satu peninggalan dari masa-masa akhir atau periode terdekat dengan masa berdirinya kesultanan Banjar. Rumah ini memiliki hirarki yg paling tinggi di antara tingkatan rumah Banjar yang berjumlah 11 tipe. Konon zaman dahulu hanya boleh ditinggali oleh Raja atau kerabat Diraja saja.

Rumah Adat Banjar "Gajah Baliku"

Pada gambar diatas merupakan visual Rumah Adat Banjar "Gajag Baliku". Rumah Ba'anjung Gajah Baliku adalah salah satu jenis rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar (disebut rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Rumah adat Gajah Baliku ini pada zaman Kesultanan Banjar digunakan sebagai tempat tinggal Warit Raja, yaitu para keturunan garis utama/pertama atau bubuhan para gusti.

Meski sudah berusia 200 tahun lebih, rumah tersebut masih terlihat kokoh dan menarik. Didalam rumah tersebut dapat anda lihat interior ukiran khas Banjar. Bahan bangunannya semua dari kayu ulin, Jika berkunjung kerumah adat Banjar ini anda akan merasa nyaman. Meski cuaca diluar terasa panas, didalam rumah ini anda akan menemukan kesejukan alami.

Kita bisa menemukan rumah adat banjar tersebut di Desa Teluk Selong, Kec. Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Ciri Khas Arsitektur yang Unik
Karakteristik utama Rumah Adat Banjar terletak pada strukturnya yang berbentuk panggung. Desain ini bukan tanpa alasan; kondisi geografis Kalimantan yang dipenuhi sungai dan lahan basah menuntut hunian yang tinggi untuk menghindari banjir serta binatang buas.

Atap rumah ini memiliki kemiringan yang sangat tajam, mencapai sudut 45 derajat, yang disebut dengan Bubungan Tinggi. Bagian atap biasanya menggunakan sirap dari kayu ulin yang dikenal sangat kuat dan tahan lama, bahkan semakin kuat jika terkena air. Selain itu, rumah ini memiliki bagian depan yang disebut Surambi, sebuah teras terbuka yang digunakan untuk menerima tamu atau bersantai.

Ornamentasi dan Ukiran
Keindahan Rumah Banjar semakin terpancar dari detail ukirannya. Motif yang digunakan biasanya bertema alam, seperti bunga melati, pucuk rebung, atau nanas. Dalam tradisi Banjar, ukiran ini tidak hanya berfungsi sebagai penghias kayu ulin yang kokoh, tetapi juga sebagai penolak bala dan simbol kemakmuran bagi penghuninya.

Filosofi yang Terkandung di Dalamnya
Di balik kemegahan fisiknya, Rumah Adat Banjar menyimpan filosofi hidup yang mendalam. Struktur bangunan yang tinggi melambangkan hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta. Hal ini sejalan dengan religiositas masyarakat Banjar yang mayoritas memeluk agama Islam.

Pembagian ruang dalam rumah juga mencerminkan tata krama dan etika sosial. Misalnya, adanya tingkatan lantai (palatar) menunjukkan status sosial serta pembatasan antara area publik dan privasi keluarga. Selain itu, penggunaan material kayu ulin secara dominan mencerminkan ketangguhan, kejujuran, dan keharmonisan masyarakat Banjar dengan alam sekitarnya.

Rumah Adat Banjar bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah mahakarya yang menceritakan sejarah, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur Kalimantan Selatan. Melestarikan pengetahuan tentang arsitektur tradisional ini sangat penting agar generasi mendatang tetap menghargai akar budaya mereka di tengah arus modernisasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU